Arsip untuk April, 2009

Cinta ?!?

Maaf buat yang kurang berkenan dengan judul tulisan ini, sama sekali tidak ada maksud untuk menuju ke ’sana’(lagi), soalnya dalam beberapa hari ini saya ketemu mulu dengan kata ini, gak di facebook, di milis, di eramuslim, di toko buku yang saya kunjungi. Kayaknya ada yang menarik dengan kata di atas.

Ada yang punya definisi precise untuk terminologi tersebut ?

Saat SD sekitar kelas 3-an, saya demen banget ngeliat video klip Maissy waktu nyanyi lagu ‘Jumpa Lagi’-hehehe :-) -, apa itu yang namanya cinta ?

Beranjak agak gedean dikit kelas 4 atau 5, saya pernah sakit hati, cemburu berat sampai guling-guling di kasur waktu sambil nangis –lebay banget yak?!tapi bener lho! -denger Ike Nurjanah menikah dengan Aldi Bragi -hahay! ketauan deh dulu saya fans berat Ike Nurjanah :-) -, apa seperti itu yang namanya cinta ?

Mulai SD , SMP, SMA, saya pun rajin punya cewek idaman di tiap jenjang tersebut. Naksir, kagum, deg-degan kalau ketemu, whatever lah ya..tapi apa seperti itukah yang namanya cinta ?

Well, kalau kata Sakti Wibowo dalam bukunya ‘Melukis Cinta’, cinta adalah bagian paling ajaib dari penciptaan manusia. Ia ada, terasa, namun tak teraba. Ternyata tak hanya sampai disitu saja, jika ia telah bergolak, tak siapa bisa melawan. Ya, cinta bisa menjadi kekuatan. Ia bisa menjadi api saat kau kedinginan, menjadi sepoi saat kau kegerahan, menjadi penuntun di saat kau kebutaan..

Karena itu bila saya berkata,lukislah cinta. Maka, pasti kita akan kehabisan warna sebelum cinta itu selesai disketsa.

Cinta..cinta…oalah.. :-)

PS :

Mau tau kenapa saya nulis tentang begini ?

Yah, ini rahasia ya, jangan bilang siapa-siapa, ssst..

Beberapa hari yang lalu saya mimpi jalan  bareng dengan seseorang, gandengan-cadas banget kan ?! :-) -, dan pendamping saya begitu jelas orangnya.

Padahal klo biasanya ngimpi beginian, si wanitanya suka gak jelas. -Emang setan mukanya rata gak jelas ?! :-) -

Saya mah biasa-biasa aja, gak mau berharap berlebihan. Yah, biasalah saya sukanya jatuh cinta yang murah-murah aja.. :-)

Jadi, siapa kah wanita yang beruntung itu ?

Yak, dia adalah Ade.

Bukan, bukan Ade Kurniawati, si bocah kecil dari SMA 78,  itu mah adek saya..Apalagi Ade Saputra anak 2007, emang saya hembrong apa ?! :-)

Ade siapa ?

Ade deeech..! :-D

hehehe

Komentar (29)

Untukmu (calon) Permata Hatiku..

Tanggal 1 April 2009 di salah satu situs favorit saya, EraMuslim, saya menemukan tulisan yang tak henti-hentinya membuat saya senyum-senyum sendiri.

Yak, surat ini ditujukan untuk semua laki-laki yang tak sabar untuk menantikan sosok mungil itu yang akan menghibur kita setiap saat, membuat kita tertawa melihat tingkah polahnya, dan tentu saja dapat menjadi sarana kita untuk mencapai surga-Nya ! Silahkan menikmati. :-)

Surat Untuk Calon Anakku

oleh Malik Zahri Senin, 30/03/2009 14:19 WIB

Teruntuk calon anakku
Yang masih tinggal di antara tulang sulbi dan tulang dadaku

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Bagaimana kabarmu, Nak? Semoga Ananda sehat wal afiat di alam sana.

Ayahanda sengaja menulis surat ini khusus untukmu.
Meski Ayahanda tahu, kau belum bisa membaca dan membalas surat ini
Karena di sana memang tidak ada sekolah.
Namun, Ayahanda yakin kau memahaminya
Karena kita satu jiwa
Karena kau masih menyatu dalam tubuhku
Dan terutama,
Karena kau pasti cerdas seperti Ayahanda …. :-)

Nak !
Ayahanda sangat bergembira mendengar sabda Sang Baginda Rasul,
Tentang doa anak shaleh yang pahalanya tak terputus, bahkan sesudah orang tuanya wafat
Ayahanda tiba-tiba tersadar, sabda tersebut menuntut Ayahanda melakukan dua hal:
Menjadi anak shaleh dan menjadikan Ananda sebagai anak yang shaleh pula

Nak!
Ayahanda sedang berusaha menjadi anak shaleh untuk kakek dan nenekmu
Sulit memang, karena tiada amal ayahanda yang menandingi jasa mereka
Tapi Ayahanda akan terus berusaha
Tunaikan titah Baginda

Ayahanda pun berharap
Kau seperti itu untuk ayahbundamu kelak
Mencintai, menaati dan menghormati
Ibundamu ….. Ibundamu…… Ibundamu
juga Ayahandamu ini
Itulah mimpi Ayahanda
Sebagaimana mimpi menjadikan rumah kita nanti bagaikan syurga
Supaya syurga benar-benar menjadi rumah kita

Tapi, Ayahanda merasa malu
Ketika mendengar Khalifah kedua menyatakan
Bahwa hak seorang anak dari ayahnya setidaknya tiga hal:
Dipilihkan ibunda yang baik, Diberi nama yang baik serta diajarkan Al Qur’an.
Malu …..
Karena belum mempersiapkan diri
Untuk menunaikan hakmu

Nak!
Kini Ayahanda sedang belajar memperdalam Al Qur’an
Agar kelak bisa mengajarimu A… Ba… Tsa
Agar kaupun menjadi Qur’an berjalan
Yang menerangi mayapada

O ya!
Ayahanda juga sengaja membeli buku tentang nama-nama mulia
Dengannya, Ayahanda sudah menyiapkan selaksa nama indah untukmu
Agar kau tumbuh perkasa
Dinaungi nama mulia
Yang ia adalah doa

Yang membuat Ayahanda bingung,
Bagaiamana menunaikan hak pertama
yang harus ditunaikan ketika Ananda belum melihat dunia
Karena Ayahanda tidak tahu
Apa kriteriamu tentang seorang ibu yang baik?
Ayahanda juga tidak tahu
Apakah kita memiliki selera yang sama …. :-) ?

Tapi, Ayahanda yakin kau sepakat dengan satu kriteria
Bahwa calon ibumu nanti tidak boleh seorang yang shaleh
Melainkan harus seorang Shalehah

Karena jika kau memiliki Ibu yang Shaleh,
Sepertimu, Ayahandapun tak kan kuat menahan tawa
Melihat jenggot ibumu
Yang gagah jelita …… :-)

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Yang mencintaimu karena-Nya

Calon Ayahandamu

Waaah ! Jadi gak sabar buat mencet idung nya.. :-)

Mari buat yang sudah merasa cukup berumur dan cukup mampu silahkan ditunaikan kewajibannya ! Yang sedang menjalin kasih dengan lain jenis yang sering disebut pacaran, apa gak gemes untuk melihat makhluk yang satu itu ? So disarankan untuk segera membawanya ke dalam format yang lebih baik. :-)

Buat yang masih belum siap namun da kebelet, seperti saudari saya Ade yang uda posting yang aneh-aneh, mari kita sama-sama menjaga hati. Bila perasaan itu telah melanda diri ini, cukup rasakan keindahannya, bersabarlah hingga kuncup bunga indah itu mulai bermekaran, suatu saat nanti..Ya, saat kita telah mampu membawanya ke dalam format yang lebih bersih dengan ikatan sah yang sesuai dengan syari’at.. :-D

Wallahu a’lam.

Komentar (24)

Tips Belajar Para Aktivis !

Akhir-akhir ini saya sedang kasmaran. Yak, saya sedang jatuh cinta –mungkin lebih tepatnya terpaksa jatuh cinta- kepada kuliah ! Badai UTS sedang menghadang para Fasilkom-ers, ya, saya memahami perasaan kalian kawan..

Sebenarnya terkadang saya masih merasa ragu untuk belajar Aljabar Linier, Basis Data, dan makhluk-makhluk lainnya itu karena ada pendapat yang mengatakan kuliah-kuliah tersebut HARAM ! Tau gak dalil nya apa ?

‘..sesungguhnya semua yang memabukkan itu haram..’

(tafsir gaya bebas, DILARANG KERAS untuk mengutip!) :-)

Btw, saya ingin membagi tips belajar yang pernah saya dapatkan dulu dari seorang aktivis yang sudah saya ubek-ubek tentunya. Walaupun saya bukan aktivis, tapi lumayan membantu juga menyiasati jadwal belajar ditengah kesibukan syuting dan pemotretan saya.. :-)

1. Belajar di sepertiga malam dan sepertiga pagi

Nih paling pas buat para aktivis yang suka jadi pengacara(baca:pengangguran banyak acara) yang sering keliaran waktu sore dan malam. Solusinya belajar sebelum subuh dan setelah subuh, sekitar jam 3 sampai jam setengah 7.

Ngantuk! jadi malah gak bisa belajar,begitu rata-rata kata orang. Tapi justru dari teori yang pernah saya dengar-dikoreksi ya kalau salah-, tingkat kesadaran kita dibagi menjadi beberapa bagian. Pertama fase beta kalau tidak salah, itu fase orang sadar dari yang paling sadar, bila anda sedang membaca tulisan ini berarti anda sedang dalam fase ini. Selanjutnya fase alfa, fase orang agak setengah sadar, kira-kira semacam orang baru bangun tidur, dan sebagainya. Nah, dalam penelitian ternyata fase alfa itu paling baik dalam belajar, karena otak kanan kita yang suka nganeh yang sering kali mendominasi melebihi otak kiri masih belum tune-in, maka bakal lebih cepet ngerti soalnya otak kiri kita bisa lebih konsen gitu katanya. Apalagi saat-saat sepagi itu menikmati hangatnya sinar rembulan ditemani oleh slide dan diktat tercinta. (nah lo?!).

Supaya ‘panas’-an alias gak ngatuk-ngantuk banget, untuk yang muslim bisa sholat malam dulu plus tilawah(baca Al-Qur’an). Yang tidak atau sedang berhalangan bisa jogged-joged dulu lah. :-)

2. Belajar dikit-dikit

Ini bukannya menganut faham sekuler, ‘sedikit belajar sedikit lupa, banyak belajar banyak lupa’, tidak sama sekali ! :-)

Bagi para aktivis yang sangat padat waktunya, bisa memanfaatkan waktu senggang mereka untuk membaca materi nya. Baca sedikit saja, satu halaman atau satu paragraf juga lumayan, tapi baca sampai ngerti. Cukup 10-15 menit saja. Lumayan kan nyicil dikit-dikit ? Efektif banget lho kalau dipraktekkan.

3. Berkumpullah dengan orang pinter !

Kalau dalam lagu obat hati-nya Opick kita disuruh berkumpul dengan orang soleh, maka mari kita berkumpul dengan orang pinter! Eit, bukan dukun lho ya ! :-)

Alhamdulillah saya selalu dikelilingi orang-orang hebat dan lebih prestatif dari saya, termasuk dalam hal akademis. Ada Topan si raja kodingan, Hafidh si master dalam urusan ngitung, Fajar yang hafalannya luar biasa, Jay si cerdas plus catetannya yang memuat semua kalimat yang pernah terlontar dari dosen, Alvis, Wahyu, semua orang anak Fasilkom emang dahsyat! Serius, ini sangat membantu !

4. Lakukan apa yang biasa mahasiswa lain lakukan

Ya, sesibuk apapun seharusnya masih disempatkanlah untuk membaca setiap diktat, membuat mind map nya, tanya dengan yang sudah baca, dan yang menjadi favorit saya, lari ke Senyum(baca:tempat fotokopian di Fasilkom), dan bila beruntung maka akan mendapatkan paket eksklusif seperangkat soal UTS tahun lalu yang tentunya harus dibayar TUNAI ! :-)

5. Do’a dong !

Ini memang sudah biasa namun tetap paling utama. Dan dalam agama saya disebutkan dalam salah satu firman-Nya :

“Wattaqu’llah wa yu’allimukumu’llah” (..dan bertaqwalah kamu kepada ALLAH dan nanti ALLAH akan ajarkan kamu/QS. 2:282)

Apalagi kalau dipraktekkan pas di sepertiga malam sebelum belajar, mantab pisan lah !

Tips diatas memang bukan hal yang baru namun semoga dapat memompa kembali semangat belajar kita. Lebih enak lagi kalau setiap kuliah kita memperhatikan Bapak/Ibu dosen dengan seksama niscaya bakal lebih mantab lagi ! Demi IP yang lebih baik, mengapa tidak ? :-)

Ya, walaupun IP bukan segalanya, tapi punya IP bagus gak jelek-jelek amat kan ?

Jadi inget kata seorang teman, Dwiki, anak Teknik, pinter gak pinter itu tidak masalah, masing-masing insya Allah bisa sukses kok, namun yang pasti orang pinter punya lebih banyak pilihan. Logikanya, waktu kita SPMB, UMB, SNMPTN, SIMAK atau apapun itu namanya, bila kita punya nilai yang baik tentu kita lebih punya banyak pilihan kan, masuk FK bisa, STEI juga bisa, mau masuk STAN bahkan melanjutkan ke luar bagi orang pinter bukan hal yang masalah. Sayangnya orang yang kurang rajin tidak akan punya pilihan sebanyak itu.

Ya, itu doang kok bedanya. Tapi lumayan kan bisa punya banyak pilihan, lebih punya banyak pilihan untuk menentukan masa depan bahkan mungkin sampai lebih punya banyak pilihan untuk meminang sang belahan hati ? –kira-kira ada wanita yang punya syarat IP buat dambaan hatinya gak ya?haha..iseng!-

Yak, IP tinggi ?!? Siapa takut ! :-D

Komentar (18)