Ngeributin anggapan orang ?! Cape deh..

“Jadi siapakah yang memindahkan singgasana Nabi Sulaiman tidak lebih dari sekedipan mata, dewan juri ?” tanya MC lomba cerdas tangkas agama Islam di asrama suatu perguruan tinggi ternama di Depok.

“Ya, jawabannya belum ada yang tepat, yang benar adalah orang yang berilmu.” Begitu kurang lebih jawaban Saipul ketika menjadi dewan juri di acara tersebut.

Ternyata, salah seorang peserta ikhwan tidak terima.

“Maaf kakak dewan juri, kalau jawaban seperti itu kami tidak dapat menerima. Kami butuh namanya, karena saya pernah membaca pada tafsir lalala disebutkan lalala…”, jawaban salah seorang peserta ikhwan dengan lantang. Jantung Saipul saat itu berdegup dan kembali melihat pada kunci jawaban yang diberikan panitia dan jawabannya memang itu, hanya orang yang berilmu. Titik.

Itu hanya satu dari sekian banyak pertanyaan yang sempat membuat Saipul dan seorang juri lainnya hanya bisa mengangkat alis alias kebingungan. Ya, mau bagaimana lagi yang ditanya sama sekali tidak lebih tahu dari yang bertanya. Saipul merasa malu, karena dengan kapasitas ia sebagai juri seharusnya ia bisa memberikan penjelasan, tapi ya apa mau dikata ia memang tidak tahu, dari pada mati gaya karena sotoy, ia memilih diam. Seketika ia merasa harga dirinya jatuh, image seorang ikhwan yang selama ini melekat pada dirinya serasa runtuh seketika. Ia takut pandangan orang tentang dirinya jadi turun..

Beruntung ia segera sadar. Ia ingat pernah membaca suatu tausiyah singkat Aa’ Gym dari sebuah blog,

ANGGAPAN ORANG LAIN ITU SAMA SEKALI TIDAK MENAMBAH MAUPUN MENGURANGI KEMULIAAN KITA

Kalo orang nganggep kita alim, emang kita tambah alim gitu ? belum tentu juga amalan kita diterima..

Kalo orang nganggep kita pinter, emang kepinteran kita nambah yak ?

Pun kalo kita dianggep bodoh, IQ kite tetep segitu-gitu aja kan kagak berkurang ?

Kalo kita dianggep kaya, miskin, ganteng, bodong, mantap, apapun lah ya..kagak ada ngaruh-ngaruhnya kan ma kite ?

Cihui ! Dan akhirnya dia lebih tenang dan melanjutkan tugasnya kembali. Setidaknya untuk beberapa hal yang memang dia benar-benar tidak tahu dia dengan lantang menjawab, “Tidak tahu namun dalam kunci jawaban dari panitia…” Dia sudah tidak malu lagi mengungkapkan hal itu karena dia yakin anggapan Allah terhadap dia pas dihisab jauh lebih pantes dipikirin daripada cuma kelihatan sok ganteng atau sok alim bentar doang..

Alhamdulillah…Saipul pun sadar. Lalu kamu Big ? :D

Just remember what your simply favourite things !

Terlalu banyak alasan yang bisa membuat kita bersedih, bête, nangis sampai berguling-guling, iya gak sih ? Termasuk saya. Tapi ternyata juga banyak lho hal yang bias membuat kita tersenyum, ya, setidaknya saat kita sedang ngerasa tidak begitu baiik, itu sangat membantu ! :)

Ya, kapan hari saya nemu postingan salah satu senior mantap di UI, Mbak Heggy. Beliau anak Psikologi. Satu tips praktis kata beliau, Just remember what your simply favourite things ! Langsung saya berfikir, apa yang bisa membuat saya bergairah, senyum-senyum sendiri, jadi lincah gak karuan ?

Hmm..saya suka bubur ayam, walaupun saya ga demen karena uda tau rasanya begitu-begitu aja tapi masih suka beli –bukannya itu yang namanya demen ya ? :) – , suka liat Jupiter-nya Topan apalagi kalo lagi jejer ma Mio-nya Maya (piss..pan no offense, tapi ane bener2 seneng ngeliatnya, lucu ! :) ) , komputer lab dan belom ada yang login, lontong balap Peneleh yang pedes, seperangkat alat syuro siap pakai, jaket dua delapannya Apid, keluarga ikhwah yang lagi jalan-jalan ma anaknya yang minta ditampol, laptop sejuta umat dengan password mataharipagi, karcis kereta ekonomi dengan jatah tempat duduk, jaket forkat, gazebo asrama, kornet dan selada yang ‘dikempit’ roti tawar yang dulu jadi kado ulang tahun saya kelas 4 SD pas pengen banget burger, denger arif atau rully tilawah,  sekretariat OSIS Smala (minus ruangan MPK yang berhantu), Uswah, slayer PERISAI, bola voli, sekre, orang jual mainan bocah, blog saya(lho!), hijau, tas butut hitam kesayangan, dan tidur di kelas. (ups!)

Yah, maaf bila banyak ‘bahasa lokal’  disana yang banyak tidak difahami, itu contohnya kalau saya yang membuat list barang fave kita. Setidaknya, when I feeling sad, I simply remember my fave things. And then I don’t feel so bad. :)

Selamat mencoba ! :mrgreen:

Mimpi Horor

Hari itu tampak sangat gelap. Settingnya seperti di dalam hutan, lalu banyak orang berlarian disekeliling saya membawa semacam kayu bakar. Setiap orang yang melewati saya meneriaki saya,

“Antum lemah akhi, lemah ! Bangun, ajal antum sudah dekat !”

Yeah, kurang lebih seperti itu lah yang saya ingat sampai detik ini. Dan saya bangun sekitar pukul 22.30, Sabtu kemarin. Kebetulan memang badan saya saat itu sedang tidak bisa diajak kompromi. Penyakit murahan sih, demam, pilek, batuk, sampai linu-linu seluruh badan. Saya hanya bisa beristighfar dan membaca doa lalu berusaha tidur lagi. Dan hasilnya setiap sejam saya pun terbangun dengan skenario mimpi yang hampir sama, hal itu berulang hingga jam setengah 2. Saat itu saya tidak memutuskan untuk tidur lagi, saya duduk termenung. Teringat mimpi horor yang pernah saya alami dulu, malah yang dulu lebih nampol karena pas malam hari kelahiran saya, tapi kapan-kapan aja ceritanya biar gak kepanjangan, itupun kalau teman-teman berkenan..

Lanjut ! Tiba-tiba teringat Ardit juga, teman di Fasilkom angkatan 2007, yang Kamis minggu lalu dipanggil oleh Allah, padahal beliau tidak punya riwayat penyakit berat sama sekali. Sayapun berfikir, apakah ini waktuku ??

Sayapun memaksakan diri untuk bangun mengambil air wudhu dan menunaikan sholat malam. 2 rakaat pertama saya paksakan berdiri namun sangat berat, akhirnya rakaat-rakaat selanjutnya saya sambung dengan duduk. Setelah 8 rakaat saya pun duduk bersimpuh memohon ampun pada Allah. Rasaya sudah tinggal sejengkal lagi menuju alam itu. Jadi teringat dengan utang-utang yang belum terbayar dan buku-buku pinjeman yang belom dibalikin. Mau bikin surat wasiat tapi gak yakin cukup kuat berjalan menuju tas yang ada di ruang tamu. Saya tertunduk lemah dan memperbanyak syahadat sambil menahan rasa sakit kepala yang cukup merepotkan. Kemudian saya tidak ingat lagi dan sekitar pukul setengah 5 teman saya Nugroho membangunkan saya untuk sholat Subuh.

Sekarang ?!? Memang belum sembuh sepenuhnya, masih agak ‘gliyeng’ –saya tidak tau bahasa Indonesianya apa-, lidah rasanya pahit makan apa saja, dan masih sedikit batuk tapi ada hikmah mantap yang bisa diraih, saya jadi memiliki semangat hidup yang lebih membara dari sebelumnya ! Uhuy ! :)

Rasanya ingin bertanya lagi pada diri sendiri,

“Sudah saya siap mati hari ini ?”

Surabaya Kota Pahlawan yang Gak Pernah Adem*

Selasa tanggal 7 Juli kemarin saya pulang ke Surabaya. Sebenarnya tidak berminat pulang namun karena tugas mencontreng menunggu untuk ditunaikan, yap, mau gak mau harus go back ke Surabaya.

Surabaya kota pahlawan yang gak pernah adem (baca:dingin), kalau temen-temen bilang siang di Depok itu uda panas setengah mati, berarti belum pada pernah ke Surabaya. Ya, kalau saya boleh bilang jam 12 nya Depok itu masih sekitar jam 8-9 nya Surabaya. Gak mbayangin kan kalau sudah jam 12 ? Brrrr…

Ya, praktis saya sering di rumah dengan aktivitas gak jelas. Selain ke masjid tiap adzan sisa waktu saya sangat tentatif, beda banget dengan di Depok. Tapi saya bersyukur jadi bisa ngerasain lihat tipi dari lebih banyak. Saya lihat acara Inbox – nya SCTV, jadi ngerti lagunya anak jaman sekarang seperti apa. Agak kecewa ketika melihat ada grup band yang terdiri para musisi hebat dulunya menurut saya, ada Nugie, Pongky Jikustik, Baim Ada Band, dan Ario bergabung. “Kayak mantap nih lagunya” batin saya. Ya, begini-begini dulu sempat jadi pengamat musik juga. :)

Rasa curious yang luar biasa menurun drastis ketika syair reff nya bunyinya,

“Papa gak pulang…beybeh..Papa gak bawa uang..beybeh..”.

What ?!! Ya,cukup sekian dan terimakasih. Weleh..weleh..

Tidak terlalu menghebohkan liburan saya kali ini, relatif tidak ada kerjaan berarti setelah mencotreng, namun ada yang cukup berkesan. Hari Kamis saya memutuskan untuk keluar rumah buat ikut liqo (baca:tempat ngaji) nya teman-teman seperjuangan SMA saya yang di OSIS. Saya merasa iri merasakan kehangatan liqo tersebut walaupun yang datang hanya dua orang plus saya anggota illegal jadi tiga, dengan mentor yang luar biasa bernama Mas Luqman, beliau berhasil membuat imajinasi kami ngalor ngidul dengan materi yang dibawakannya diakhir sesi ada semacam sesi curhat gaya bebas. Ya, ternyata disana jadi ajang curcol kami.

Teman saya yang pertama, namanya Rio, dulu mantan Wakil ketua II OSIS SMA Negeri 5 Surabaya. Ya, beliau menceritakan dengan sangat mantab kesibukan akhir-akhir ini menjadi koordinator penggerak dana Uswah Student Center, sebuah LSM yang membina mentoring untuk remaja-remaja SMP dan SMA, menceritakan setiap mentee(baca:binaan) nya dengan sangat antusias, sampai beliau sekarang yang sedang dicalonkan menjadi Ketua BEM di Fakultasnya. Subhanallah !

Satu lagi makhluk yang tidak kalah mantab bernama Dalu, beliau dulu mantan ketua OSIS saya di SMA Negeri 5 juga. Beliau tak kalah fenomenalnya, menjadi ketua angkatan di angkatannya. Amanah terbarunya menjadi Kahima atau Ketua Himpunan Mahasiswa Elektro ITS. Kalau di Fasilkom setara dengan Ketua BEM Fasilkom kali. Beliau cerita bagaimana beliau mencoba menegakkan budaya disiplin disana dan mengkondisikan suasana yang lebih islami ditengah anak ITS yang suka ngerokok dan sangat moderat. Beliau juga cerita tentang pekerjaan terbarunya menjadi sebuah supervisor sebuah proyek. Terakhir beliau menceritakan tentang binaannya yang salah satunya sekarang sedang di training untuk mengikuti Olimpiade Astronomi tingkat Internasional ! Cihuy ! Dahsyat nya lagi, kata temen saya ini, binaannya tersebut lagi bingung ternyata sekarang dia lagi dilema karena ternyata beberapa hari yang lalu binaannya diumumkan juga lolos Olimpiade Fisika tingkat nasional ! Busseet…”Lha kok bisa dek dobel begitu ?” tanya temen saya. “Habis mas kemaren nunggu pengumuman yang astronomi lama, waktu liburnya iseng-iseng takbuat belajar fisika dikit-dikit..” Yeah, saya cuma bisa geleng-geleng kepala tidak cuma dengan si bocah tersebut melainkan dengan teman saya yang bisa memotivasi terus binaannya ini, tidak hanya berakhlak baik namun juga berprestasi, karena dulunya temen saya ini juga anak Olimpiade Fisika. Mantap jaya ! :)

Dan ketika giliran saya, “Silahkan antum akh Big, bisa cerita ngapain aja disana ? Terus rencana liburan disini gimana ?”

Toeeeng..connection lost, not responding……Hoho, dan saya hanya tersipu malu sambil menjawab, “Saya gak ngapa-ngapain mas disana, disini juga nganggur mas..”

Mantap jaya memang teman-teman saya disana, jadi malu sama sekali tidak ada perubahan berarti dengan diri saya. Padahal sudah 4/8 yak, iya kalo 8 semester..Weleh..weleh..

Tidak ada kata terlambat untuk berubah insya Allah. Ngerasa uda cukup sibuk? Nih rasain penutup yang saya kutip saat sesi tadabur pada liqo kemarin.

Katakanlah : ‘Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya ?’ ‘Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.’ ”

(QS Al Kahfi 103-104)

Kejadian asik dengan maba

Tadi pagi, saya lagi-lagi mengurusi registrasi mahasiswa baru. Namun, alhamdulillah karena sekarang di Kesma BEM UI, jadi tempat kerjanya sekarang naik pangkat di gedung Pelayanan Mahasiswa Terpadu alias PPMT dekat rektorat UI. Banyak kejadian asik buat saya, semoga buat temen-temen juga.

Karena sistem pembayaran dan registrasi mahasiswa baru sekarang sudah gaya alias serba online, jadilah saya sebagai guide mereka dalam proses registrasi. Ada seorang mbak-mbak berjilbab –kok mbak mulu ya ? ya biar heboh dikit :) – yang minta dipandu jadilah saya korbannya.

Si mbak –atau adek?- seperti biasa harus login memakai nomor pokok mahasiswa dan passwordnya. Kemudian muncul layout tentang BOP yang panjang kali lebar dan sayapun mulai bercerita dari anu-anu sampai itu-itu. Setalah saya rasa cukup panjang eh..maksudnya cukup jelas, “Jadi, mau memilih mekanisme pembayaran yang mana dek ?” “BOP berkeadilan kak.” Jawab dia singkat.

“Ya uda, sekarang  silahkan di klik link yang itu.” timpal saya. “Yang mana kak ?” tanyanya. Akhirnya tangan saya pun bergerak menuju mouse, namun ternyata saudara-saudara tangan adek itupun sama-sama menuju kearah mouse dan…

Nyeeeeess ! Terjadilah tabrakan yang tidak dapat dielakkan. Untungnya syaraf reflek kami masih dapat bekerja dengan sangat baik dan langsung menyembunyikan tangan kami masing-masing. Dan…sayapun hanya bisa beristighfar dan berkata dalam hati, “Ya Allah..ampun ya Allah..serius kagak sengaja ya Allah..”

Pyuh ! Setelah agak tenang saya pun melanjutkan instruksi dengan tangan yang sedikit lebih ‘anteng’ dan pergerakan sayapun tidak selincah sebelumnya. Setelah selesai, mbak itupun ngacir tapi masih sempet-sempetnya ngomong, “Terimakasih kak, assalamu’alaykum..”

Bener-bener nih..Inilah salah satu gawatnya kalau bermain di ranah publik seperti ini. Untung alarm saya masih berfungsi dengan baik, masih ngerasa dosa kalo ada ‘tabrakan’ macem itu. Dipegang ibu aja kadang suka risih gimana gitu, apalagi ma bukan siapa-siapa, wah…mengerikan.  Hayo, ada yang mulai hilang alarm nya ? Semoga tidak karena memang jaman sekarang semua sudah serba terlihat biasa, serem banget lho kalo kebablasan ! :)

Kembali ke PPMT, banyak kejadian lucu plus aneh. Banyak pertanyaan atau ungkapan dari mahasiswa maupun orang tua yang macem-macem. Alhamdulillah, karena kemarin ikut rapat, jadi dah lancar jaya. Mulai bagaimana transfernya, cara konfirmasi status BOP, sampai hal seperti pendaftaran asrama pun dapat saya jelaskan dengan baik. Eits, saat uda mulai sombong, ada bocah datang.

“Selamat siang dek, ada yang bisa dibantu ?” tanya saya ramah. “Anu mas..anu..”, si adek belum selesai menjawab langsung saya potong, “Tentang BOP, asrama, BKM, atau apa dek ?”

“Itu mas, toiletnya sebelah mana ya ?” tanya dia polos.

Cihuy ! Dan saya panik. Saya diam sejenak, berpikir, compiling dan…exception ! –jiaah, uda kayak program aja :) – Tidak ada dalam kamus saya kata toilet karena seumur hidup saya belum pernah ke toilet PPMT ! Saya pun berlari-lari panik mengitari gedung kecil bernama PPMT dan untungnya berakhir happy ending alias toiletnya ketemu. :)

Hikmah kedua, jangan suka sombong even kita sudah cukup expert karena kita sangat mungkin terjadi hal memalukan seperti saya diatas. Gak mau kan ? :-)

Well, maaf posting begini. Sedang melankolis dan sudah bertekad tidak akan mengeluh (lagi) sedikitpun di media ini.

Yap, seperti kata seseorang, “mari bersenang senang kembali…!!” :mrgreen:

<!–[if !mso]> <! st1\:*{behavior:url(#ieooui) } –>

Tadi pagi, saya lagi-lagi mengurusi registrasi mahasiswa baru. Namun, Alhamdulillah karena sekarang di Kesma BEM UI, jadi tempat kerjanya sekarang naik pangkat di gedung Pelayanan Mahasiswa Terpadu alias PPMT dekat rektorat UI. Banyak kejadian asik buat saya, semoga buat temen-temen juga.

Karena system pembayaran dan registrasi mahasiswa baru sekarang sudah gaya alias serba online, jadilah saya sebagai guide mereka dalam proses registrasi. Ada seorang mbak-mbak berjilbab –kok mbak mulu ya ? ya biar heboh dikit :) – yang minta dipandu jadilah saya korbannya.

Si mbak –atau adek?-seperti biasa harus login memakai npm dan passwordnya. Kemudian muncul layout tentang BOP yang panjang kali lebar dan sayapun mulai bercerita dari anu-anu sampai itu-itu. Setalah saya rasa cukup panjang eh..maksudnya cukup jelas, “Jadi, mau memilih mekanisme pembayaran yang mana dek ?” “BOP berkeadilan kak.” Jawab dia dengan cukup tegas.

“Ya uda, sekarang silahkan di klik link yang itu.” timpal saya. “Yang mana kak ?” tanyanya. Akhirnya tangan saya pun bergerak menuju mouse, namun ternyata saudara-saudara tangan adek itupun sama-sama menuju kearah mouse dan…

Nyeeeeess ! Terjadilah tabrakan yang tidak dapat dielakkan. Untungnya syaraf reflek kami bekerja dengan sangat baik dan langsung menyembunyikan tangan kami masing-masing. Dan…sayapun hanya bisa beristighfar dan berkata dalam hati, “Ya Allah..ampun ya Allah..serius kagak sengaja ya Allah..”

Pyuh ! Setelah agak tenang saya pun melanjutkan instruksi dengan tangan yang sedikit lebih ‘anteng’ dan pergerakan sayapun tidak selincah sebelumnya. Setelah selesai, mbak itupun ngacir tapi masih sempet-sempetnya ngomong, “Terimakasih kak, assalamu’alaykum..”

Bener-bener nih..Inilah salah satu gawatnya kalau bermain di ranah publik seperti ini. Untung alarm saya masih berfungsi dengan baik, masih ngerasa dosa kalo ada ‘tabrakan’ macem itu. Dipegang ibu aja kadang suka risih gimana gitu, apalagi ma bukan siapa-siapa, wah…mengerikan. :) Hayo, ada yang mulai hilang alarm nya ? Semoga tidak karena memang jaman sekarang semua sudah serba terlihat biasa, serem banget lho kalo kebablasan !

Kembali ke PPMT, banyak kejadian lucu plus aneh. Banyak pertanyaan atau ungkapan dari mahasiswa maupun orang tua yang macem-macem. Alhamdulillah, karena kemarin ikut rapat, jadi dah lancar jaya. Mulai bagaimana transfernya, cara konfirmasi status BOP, sampai hal seperti pendaftaran asrama pun dapat saya jelaskan dengan baik. Eits, saat uda mulai sombong, ada bocah datang.

“Selamat siang dek, ada yang bisa dibantu ?” tanya saya ramah. “Anu mas..anu..”, si adek belum selesai menjawab langsung saya potong, “Tentang BOP, asrama, BKM, atau apa dek ?”

“Itu mas, toiletnya sebelah mana ya ?” tanya dia polos.

Cihuy ! Dan saya panik. Saya diam sejenak, berpikir, compiling dan…exception ! –jiaah, uda kayak program aja :) – Tidak ada dalam kamus saya kata toilet karena seumur hidup saya belum pernah ke toilet PPMT ! Saya pun berlari-lari panik mengitari gedung kecil bernama PPMT dan untungnya berkahir happy ending alias toiletnya ketemu. :)

Hikmah kedua, jangan suka sombong even kita sudah cukup expert karena kita sangat mungkin terjadi hal memalukan seperti saya diatas. Gak mau kan ? :-)