Tadi pagi, saya lagi-lagi mengurusi registrasi mahasiswa baru. Namun, alhamdulillah karena sekarang di Kesma BEM UI, jadi tempat kerjanya sekarang naik pangkat di gedung Pelayanan Mahasiswa Terpadu alias PPMT dekat rektorat UI. Banyak kejadian asik buat saya, semoga buat temen-temen juga.
Karena sistem pembayaran dan registrasi mahasiswa baru sekarang sudah gaya alias serba online, jadilah saya sebagai guide mereka dalam proses registrasi. Ada seorang mbak-mbak berjilbab –kok mbak mulu ya ? ya biar heboh dikit
– yang minta dipandu jadilah saya korbannya.
Si mbak –atau adek?- seperti biasa harus login memakai nomor pokok mahasiswa dan passwordnya. Kemudian muncul layout tentang BOP yang panjang kali lebar dan sayapun mulai bercerita dari anu-anu sampai itu-itu. Setalah saya rasa cukup panjang eh..maksudnya cukup jelas, “Jadi, mau memilih mekanisme pembayaran yang mana dek ?” “BOP berkeadilan kak.” Jawab dia singkat.
“Ya uda, sekarang silahkan di klik link yang itu.” timpal saya. “Yang mana kak ?” tanyanya. Akhirnya tangan saya pun bergerak menuju mouse, namun ternyata saudara-saudara tangan adek itupun sama-sama menuju kearah mouse dan…
Nyeeeeess ! Terjadilah tabrakan yang tidak dapat dielakkan. Untungnya syaraf reflek kami masih dapat bekerja dengan sangat baik dan langsung menyembunyikan tangan kami masing-masing. Dan…sayapun hanya bisa beristighfar dan berkata dalam hati, “Ya Allah..ampun ya Allah..serius kagak sengaja ya Allah..”
Pyuh ! Setelah agak tenang saya pun melanjutkan instruksi dengan tangan yang sedikit lebih ‘anteng’ dan pergerakan sayapun tidak selincah sebelumnya. Setelah selesai, mbak itupun ngacir tapi masih sempet-sempetnya ngomong, “Terimakasih kak, assalamu’alaykum..”
Bener-bener nih..Inilah salah satu gawatnya kalau bermain di ranah publik seperti ini. Untung alarm saya masih berfungsi dengan baik, masih ngerasa dosa kalo ada ‘tabrakan’ macem itu. Dipegang ibu aja kadang suka risih gimana gitu, apalagi ma bukan siapa-siapa, wah…mengerikan. Hayo, ada yang mulai hilang alarm nya ? Semoga tidak karena memang jaman sekarang semua sudah serba terlihat biasa, serem banget lho kalo kebablasan !
Kembali ke PPMT, banyak kejadian lucu plus aneh. Banyak pertanyaan atau ungkapan dari mahasiswa maupun orang tua yang macem-macem. Alhamdulillah, karena kemarin ikut rapat, jadi dah lancar jaya. Mulai bagaimana transfernya, cara konfirmasi status BOP, sampai hal seperti pendaftaran asrama pun dapat saya jelaskan dengan baik. Eits, saat uda mulai sombong, ada bocah datang.
“Selamat siang dek, ada yang bisa dibantu ?” tanya saya ramah. “Anu mas..anu..”, si adek belum selesai menjawab langsung saya potong, “Tentang BOP, asrama, BKM, atau apa dek ?”
“Itu mas, toiletnya sebelah mana ya ?” tanya dia polos.
Cihuy ! Dan saya panik. Saya diam sejenak, berpikir, compiling dan…exception ! –jiaah, uda kayak program aja
– Tidak ada dalam kamus saya kata toilet karena seumur hidup saya belum pernah ke toilet PPMT ! Saya pun berlari-lari panik mengitari gedung kecil bernama PPMT dan untungnya berakhir happy ending alias toiletnya ketemu.
Hikmah kedua, jangan suka sombong even kita sudah cukup expert karena kita sangat mungkin terjadi hal memalukan seperti saya diatas. Gak mau kan ?
Well, maaf posting begini. Sedang melankolis dan sudah bertekad tidak akan mengeluh (lagi) sedikitpun di media ini.
Yap, seperti kata seseorang, “mari bersenang senang kembali…!!” 
<!–[if !mso]>
<! st1\:*{behavior:url(#ieooui) } –>
Tadi pagi, saya lagi-lagi mengurusi registrasi mahasiswa baru. Namun, Alhamdulillah karena sekarang di Kesma BEM UI, jadi tempat kerjanya sekarang naik pangkat di gedung Pelayanan Mahasiswa Terpadu alias PPMT dekat rektorat UI. Banyak kejadian asik buat saya, semoga buat temen-temen juga.
Karena system pembayaran dan registrasi mahasiswa baru sekarang sudah gaya alias serba online, jadilah saya sebagai guide mereka dalam proses registrasi. Ada seorang mbak-mbak berjilbab –kok mbak mulu ya ? ya biar heboh dikit
– yang minta dipandu jadilah saya korbannya.
Si mbak –atau adek?-seperti biasa harus login memakai npm dan passwordnya. Kemudian muncul layout tentang BOP yang panjang kali lebar dan sayapun mulai bercerita dari anu-anu sampai itu-itu. Setalah saya rasa cukup panjang eh..maksudnya cukup jelas, “Jadi, mau memilih mekanisme pembayaran yang mana dek ?” “BOP berkeadilan kak.” Jawab dia dengan cukup tegas.
“Ya uda, sekarang silahkan di klik link yang itu.” timpal saya. “Yang mana kak ?” tanyanya. Akhirnya tangan saya pun bergerak menuju mouse, namun ternyata saudara-saudara tangan adek itupun sama-sama menuju kearah mouse dan…
Nyeeeeess ! Terjadilah tabrakan yang tidak dapat dielakkan. Untungnya syaraf reflek kami bekerja dengan sangat baik dan langsung menyembunyikan tangan kami masing-masing. Dan…sayapun hanya bisa beristighfar dan berkata dalam hati, “Ya Allah..ampun ya Allah..serius kagak sengaja ya Allah..”
Pyuh ! Setelah agak tenang saya pun melanjutkan instruksi dengan tangan yang sedikit lebih ‘anteng’ dan pergerakan sayapun tidak selincah sebelumnya. Setelah selesai, mbak itupun ngacir tapi masih sempet-sempetnya ngomong, “Terimakasih kak, assalamu’alaykum..”
Bener-bener nih..Inilah salah satu gawatnya kalau bermain di ranah publik seperti ini. Untung alarm saya masih berfungsi dengan baik, masih ngerasa dosa kalo ada ‘tabrakan’ macem itu. Dipegang ibu aja kadang suka risih gimana gitu, apalagi ma bukan siapa-siapa, wah…mengerikan.
Hayo, ada yang mulai hilang alarm nya ? Semoga tidak karena memang jaman sekarang semua sudah serba terlihat biasa, serem banget lho kalo kebablasan !
Kembali ke PPMT, banyak kejadian lucu plus aneh. Banyak pertanyaan atau ungkapan dari mahasiswa maupun orang tua yang macem-macem. Alhamdulillah, karena kemarin ikut rapat, jadi dah lancar jaya. Mulai bagaimana transfernya, cara konfirmasi status BOP, sampai hal seperti pendaftaran asrama pun dapat saya jelaskan dengan baik. Eits, saat uda mulai sombong, ada bocah datang.
“Selamat siang dek, ada yang bisa dibantu ?” tanya saya ramah. “Anu mas..anu..”, si adek belum selesai menjawab langsung saya potong, “Tentang BOP, asrama, BKM, atau apa dek ?”
“Itu mas, toiletnya sebelah mana ya ?” tanya dia polos.
Cihuy ! Dan saya panik. Saya diam sejenak, berpikir, compiling dan…exception ! –jiaah, uda kayak program aja
– Tidak ada dalam kamus saya kata toilet karena seumur hidup saya belum pernah ke toilet PPMT ! Saya pun berlari-lari panik mengitari gedung kecil bernama PPMT dan untungnya berkahir happy ending alias toiletnya ketemu.
Hikmah kedua, jangan suka sombong even kita sudah cukup expert karena kita sangat mungkin terjadi hal memalukan seperti saya diatas. Gak mau kan ?