Malam itu, Hati Saipul berdesir kembali. Betapa tidak, lagi-lagi secara mengejutkan ia mendapat sebuah bingkisan mungil dari seseorang. Dan seseorang ini adalah seseorang yang memiliki ruang spesial dalam hati Saipul. *suit2*
Lanjut membaca
Arsip Kategori: islam
Menjadi Asing
Wah, lama sekali gak ngeblog! Pengen nulis lagi..yeah! *regangkan badan ke kanan dan ke kiri* *pasang ikat kepala*
Oke, buat pemanasan, saya mau kopas dulu tulisan menarik yang satu ini, tulisan yang saya dapat dari milis dan sebenarnya sudah banyak dikopas, tapi semoga bermanfaat untuk yang belum membacanya.
Lanjut membaca
Memaknai Perkataan ‘Lurus Benar’
“Bang Big, maaf..ane gak bisa mengumpulkan tugas tepat waktu, ane ada kerja sosial dan baru pulang hari Senin..gimana bang? boleh ya?”
Seketika timbul rasa yang berperang di hati, antara sebagai seorang saudara yang ingin meringankan urusan saudaranya plus tabiat khas orang Jawa dengan hati serapuh kaca yang sering gak enakan, bertarung dengan perasaan sebagai supervisor asrama PPSDMS, dimana peraturan, kesepakatan memang harus ditegakkan! Lanjut membaca
Target Keren Ramadhan !
Tulisan boleh kopas, tapi saya sangat suka. Cukup menyentil untuk menyambut momen besar beberapa saat lagi. Semoga bermanfaat.
Lanjut membaca
Rully Mapres FEUI, Sosok Pemuda Berprestasi nan Shalih
“Big!! Rully mapres utama fe cuy!!!! MasyaAllah!! Allahu akbar!!”
Begitulah kurang lebih sms Jay kepada saya dua hari yang lalu mengenai kabar salah seorang sahabat kami, Rully Prassetya. Sekejap rasa bahagia pun meluap luar biasa. Ya, Rully, sahabat saya sejak di asrama, rekan satu pertemuan pekanan dari pertama kali dipertemukan di kampus perjuangan ini, akhirnya dia merebut gelar prestisius tersebut, Mahasiswa Berprestasi Fakultas Ekonomi. Ya, Fakultas Ekonomi, fakultas yang beberapa tahun terakhir mapresnya sangat disegani karena segambreng CV dan prestasinya, bahkan dua tahun terakhir berhasil menyabet gelar mahasiswa berprestasi, tidak hanya di tingkat UI, namun juga di tingkat nasional ! Lanjut membaca
Saatnya, Ramadhan kan hidup mu !
Rumah jadi rame, hp ikut rame, fesbuk juga rame mendadak. Itulah fenomena Lebaran kita yang sering dimaknai dengan hari saling memaafkan. Tidak ada yang salah memang, karena memang ini hari yang suci untuk saling memaafkan satu sama lain. Berharap semua bisa kembali kosong-kosong layaknya kita sedang maen bola, atau kalau masih inget iklannya Pertamina waktu Lebaran tahun lalu.
“Mulai dari nol ya, Pak.”
Lanjut membaca
Sohib ?!?
Suatu sore, saya lagi ngebonceng teman saya, tentu saja dengan si blacky, motor kesayangan saya.
“Ane boncengin sampe mana nih man ?” Teman saya menjawab, “Seikhlasnya ente aja Big, semakin dekat ma tempat angkotnya sih lebih baek, biar ane gak capek-capek jalan, hehe..”
Saya ingat sepuluh menit lagi saya ada rapat bareng BPH BEM UI, so saya bilang sama temen saya, “Waduh man, ane turunin di depan aja ya, ane ada janji rapat BEM sepuluh menit lagi, ane gak biasa telat nih,” sambil menurunkan teman saya di jalan yang relatif cukup jauh dari tempat dia seharusnya nunggu angkot.
“oh gitu ya Big, bukannya ente sering telat ya ?”, jawab teman saya dengan datar lalu pergi meninggalkan saya.
MAKJLEEB ! Yap, menohok sekali kata-kata dari temen saya ini. Alhamdulillah ketika mendengar itu saya sama sekali tidak tersinggung. Sepulang dari sana saya jadi intropeksi diri. Benar ! Saya baru sadar ternyata saya suka telat ! Setiap syuro BPH FUKI saya lebih sering terlambat 5-15 menit daripada datang lebih awal. Ya, walaupun itu masih bisa ditoleransi tapi tetep namanya telat kan ? Sedangkan teman saya yang satu ini selalu datang minimal sekitar 15 menit sebelum waktu syuro, padahal rumah beliau lebih jauh dibandingkan dengan saya yang tinggal di kosan. Astaghfirullah..
Ini baru teman, kalo orang Jakarta sering menyebutnya ‘sohib’. Jadi inget kata-kata mbak Heggy, para malaikat-malaikat itu..Dia tidak selalu baik, manis, cantik, ataupun ganteng..Mereka itu orang –sekali lagi orang- yang siap untuk ‘nampar2in’ kamu untuk tetap teguh di jalan kebaikan..
Dan berkali-kali saya bersyukur kepada Allah karena telah dikaruniai sohib-sohib yang manteb bener !
Fajar, dimana kemarin kami mendeklarasikan hari muroja’ah kami, setiap Senin dan Kamis malam, konsisten ye jar, okeh ?
Jay, yang selalu ‘menampar-nampar’ saya dengan prestasinya yang melejit setelah masuk PPSDMS, baru 3 bulan masuk, uda jadi National Leader of the Month ! Lanjutkan Jay ‘nampar’-nya !
Topan, Puspa, Mbak Asri, teman-teman saya di UI yang luarbiasa. Gak ketinggalan juga yang di Surabaya, Dalu, Rio, Deady, and many more, yeah..all of you are great bro !
Sedihnya, sekarang saya lihat banyak orang yang suka memilih sohib yang asik aja, asal nyambung diajak ngobrol, bisa bikin kita ngakak, uda deh lolos seleksi. Kadang bahkan suka membuat kita lalai sama Allah..Bahkan saya pun masih seperti itu, atau malah saya yang suka membuat temen-temen saya lalai. Ini bukan tanpa bukti, sebagian besar komentar di blog ini membicarakan tentang bagaimana saya bercerita, ngetawa-ngetawain saya, yeah..somekind like that. Benarkah itu teman-teman ? Jadi terpikir untuk menghapus blog ini bila memang cuma bisa mengundang tawa saja, daripada makin banyak dosa bikin orang lalai..
Yak, saya tidak mau postingan ini berakhir dangdut. Mari sama-sama mencari sohib yang baik. Cowok atau cewek gak masalah, asal temen-temen sudah khatam baca artikel ini, manteb banget menurut saya. Kalaupun kita sudah terlanjur sayang sama teman-teman terdekat kita, jadikan diri kita bermanfaat buat mereka tapi tetep jaga diri. Jadi inget kata seorang ustadz, “..melebur tapi tidak lebur didalamnya..”.
..dan marilah kita ucapkan dengan serentak,
“Wahai sohib-sohib ku, mari kita bareng-bareng masuk surga !”
Ungkapkan !
Beberapa hari yang lalu, lagi-lagi kebiasaan blog walking membawa saya kemana-mana. Ketemu banyak orang atau mungkin lebih tepatnya blog orang dari mana-mana. Nah, waktu itu nemu kisah manteb, kisah suami istri yang cemburu. Sengaja gak saya kopas karena bakal panjang kali lebar banget.
Sudah baca ?!? Gak baca juga gak papa kok. Biarpun genre-nya cukup dangdut, tetapi ada satu hadist yang ingin saya tunjukin sama temen-temen.
“Anas r.a. berkata: Ada seseorang duduk di sisi Nabi SAW, tiba tiba lewatlah seorang laki – laki, dan berkatalah orang yang duduk di sisi Nabi SAW tersebut: “Wahai Rasulullah, sungguh saya sangat menyayangi orang itu.” Nabi SAW bertanya, “Apakah sudah kauberitahu padanya, bahwa kau cinta kasih kepadanya?” Jawabnya: “Belum.”. Lantas bersabda Nabi SAW: “Beritahulah ia!”. Maka dikejarnya orang itu dan berkatalah ia kepadanya, “Sungguh, demi Allah, Aku sayang cinta kepadamu!”. Maka orang itu menjawab, “Semoga Allah menyayangi dan mencintaimu, sebagaimana kau mencintaiku karena Dia.” (HR. Abu Dawud).
Yak, ternyata bila kita suka sama sesuatu itu harus diungkapkan lho ! Nah lho !
Kalau kita kaitkan dengan aktivitas blog walking kita, atau pas lagi nyari sumber tentang sesuatu di internet, sering kali kita maen ‘sedot’, terus langsung maen close aja. Suka baca blog orang, abis dapet ilmu langsung ngacir aja. Gak bener nih kata Rasulullah. Sampaikanlah perasaan kesenangan kita karena sesungguhnya itu akan membawa kesenangan juga pada yang diungkapkan. Gak percaya ? Bagi yang uda punya blog pasti pada ngerasain gimana rasanya kalau tulisannya ada yang komen. Yap, biarpun liat-liat orangnya juga.
Tapi saya yakin semua sepakat kalau kita pasti merasa senang saat ada yang ngasih komentar atas apa yang telah kita buat. Terlepas itu baik atau buruk, itu lah yang akan terjadi karena pada hakikatnya setiap manusia itu suka dikomentarin, suka diperhatikan. Ini kaitannya sangat luas sekali karena dapat diimplementasikan dalam konteks kehidupan manapun. Bisa dengan memberi ucapan selamat, memberikan hadiah, atau bahkan sekedar senyuman manis yang kita sodorkan dengan ikhlas pasti akan menyenangkan. Hayo..siapa yang masih suka ngacir model-model diatas ? Ya, itu saya.
Mau disukai dan dicintai banyak orang ? Maka..jadilah seperti saya.
Yap, mulai sekarang saya akan belajar mengungkapkan perasaan ini…(ceila, dangdut bener yak?!)
Kebetulan, beberapa waktu lalu temen saya, Asop, mengajarkan hal ini pada saya dengan memberikan penghargaan-penghargaan ini.
![]()
![]()
![]()

Nah, sekarang giliran saya mengungkapkan pada orang-orang spesial dengan blog yang spesial pula tentunya.
Sebenarnya saya ingin kasih semuanya tapi karena aturannya cuma boleh delapan jadi apa boleh buat. Tapi tenang saja buat yang belum dapat akan mendapatkan ungkapan berikutnya dari saya yang lebih heboh lagi. Nantikan saja..
Untukmu (calon) Permata Hatiku..
Tanggal 1 April 2009 di salah satu situs favorit saya, EraMuslim, saya menemukan tulisan yang tak henti-hentinya membuat saya senyum-senyum sendiri.
Yak, surat ini ditujukan untuk semua laki-laki yang tak sabar untuk menantikan sosok mungil itu yang akan menghibur kita setiap saat, membuat kita tertawa melihat tingkah polahnya, dan tentu saja dapat menjadi sarana kita untuk mencapai surga-Nya ! Silahkan menikmati.
Surat Untuk Calon Anakku
oleh Malik Zahri Senin, 30/03/2009 14:19 WIB
Teruntuk calon anakku
Yang masih tinggal di antara tulang sulbi dan tulang dadaku
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Bagaimana kabarmu, Nak? Semoga Ananda sehat wal afiat di alam sana.
Ayahanda sengaja menulis surat ini khusus untukmu.
Meski Ayahanda tahu, kau belum bisa membaca dan membalas surat ini
Karena di sana memang tidak ada sekolah.
Namun, Ayahanda yakin kau memahaminya
Karena kita satu jiwa
Karena kau masih menyatu dalam tubuhku
Dan terutama,
Karena kau pasti cerdas seperti Ayahanda ….
Nak !
Ayahanda sangat bergembira mendengar sabda Sang Baginda Rasul,
Tentang doa anak shaleh yang pahalanya tak terputus, bahkan sesudah orang tuanya wafat
Ayahanda tiba-tiba tersadar, sabda tersebut menuntut Ayahanda melakukan dua hal:
Menjadi anak shaleh dan menjadikan Ananda sebagai anak yang shaleh pula
Nak!
Ayahanda sedang berusaha menjadi anak shaleh untuk kakek dan nenekmu
Sulit memang, karena tiada amal ayahanda yang menandingi jasa mereka
Tapi Ayahanda akan terus berusaha
Tunaikan titah Baginda
Ayahanda pun berharap
Kau seperti itu untuk ayahbundamu kelak
Mencintai, menaati dan menghormati
Ibundamu ….. Ibundamu…… Ibundamu
juga Ayahandamu ini
Itulah mimpi Ayahanda
Sebagaimana mimpi menjadikan rumah kita nanti bagaikan syurga
Supaya syurga benar-benar menjadi rumah kita
Tapi, Ayahanda merasa malu
Ketika mendengar Khalifah kedua menyatakan
Bahwa hak seorang anak dari ayahnya setidaknya tiga hal:
Dipilihkan ibunda yang baik, Diberi nama yang baik serta diajarkan Al Qur’an.
Malu …..
Karena belum mempersiapkan diri
Untuk menunaikan hakmu
Nak!
Kini Ayahanda sedang belajar memperdalam Al Qur’an
Agar kelak bisa mengajarimu A… Ba… Tsa
Agar kaupun menjadi Qur’an berjalan
Yang menerangi mayapada
O ya!
Ayahanda juga sengaja membeli buku tentang nama-nama mulia
Dengannya, Ayahanda sudah menyiapkan selaksa nama indah untukmu
Agar kau tumbuh perkasa
Dinaungi nama mulia
Yang ia adalah doa
Yang membuat Ayahanda bingung,
Bagaiamana menunaikan hak pertama
yang harus ditunaikan ketika Ananda belum melihat dunia
Karena Ayahanda tidak tahu
Apa kriteriamu tentang seorang ibu yang baik?
Ayahanda juga tidak tahu
Apakah kita memiliki selera yang sama ….
?
Tapi, Ayahanda yakin kau sepakat dengan satu kriteria
Bahwa calon ibumu nanti tidak boleh seorang yang shaleh
Melainkan harus seorang Shalehah
Karena jika kau memiliki Ibu yang Shaleh,
Sepertimu, Ayahandapun tak kan kuat menahan tawa
Melihat jenggot ibumu
Yang gagah jelita ……
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Yang mencintaimu karena-Nya
Calon Ayahandamu
Waaah ! Jadi gak sabar buat mencet idung nya..
Mari buat yang sudah merasa cukup berumur dan cukup mampu silahkan ditunaikan kewajibannya ! Yang sedang menjalin kasih dengan lain jenis yang sering disebut pacaran, apa gak gemes untuk melihat makhluk yang satu itu ? So disarankan untuk segera membawanya ke dalam format yang lebih baik.
Buat yang masih belum siap namun da kebelet, seperti saudari saya Ade yang uda posting yang aneh-aneh, mari kita sama-sama menjaga hati. Bila perasaan itu telah melanda diri ini, cukup rasakan keindahannya, bersabarlah hingga kuncup bunga indah itu mulai bermekaran, suatu saat nanti..Ya, saat kita telah mampu membawanya ke dalam format yang lebih bersih dengan ikatan sah yang sesuai dengan syari’at..
Wallahu a’lam.
Uda 1150 orang…*
Beberapa hari yang lalu, masih inget banget ada yang ngomong,
“Korban di Palestina sudah 330 orang…”
Besoknya lagi,
“Sudah 410 orang…”
Beberapa hari kemudian,
“Sudah 800an orang mati..”
And today, ada juga yang ngomong,
“Uda 1150 orang…Yang luka-luka 5130 orang.”
Lucu juga yak kedengarannya ?? –lucu gak sih?-
Ditengah berkecamuknya peperangan atau mungkin lebih tepatnya pembantaian yang dilakukan Zionis Israel terhadap bangsa Palestina, ada yang malah lebih sibuk menghitung angka-angka seperti ini dibandingkan dengan secara kongkrit membantu mereka.
Kalau ingat hitung-hitungan seperti ini, jadi inget waktu diamanahi jadi koordinator Jejaring Donasi Nasional (JDN) untuk Palestina di Fasilkom. Sekalian deh, ngucapin great thanks ke mbak Maya dan teman-teman yang sangat luar biasa bersemangat mencari donasi, gak kayak saya yang males-malesan. Kalau dapat kabar dari beliau selalu,
“Alhamdulillah…ada donasi dari dosen 500rb..”,
“Alhamdulillah..tadi Mr. X sms mau transfer 1jt…”
tapi saat ada pertanyaan,
“Kalau di ikhwan-nya bagaimana ?”
DUENGGG!!“Belum ada mbak…”
Satu lagi yang agak kurang sreg di hati saya, pas mendapat sms semacam ini dari seorang ikhwah,
“Malam ini Israel akan mengepung Masjidil Haram, diwajibkan untuk semua kaum muslimin membaca ayat sekian..sekian…Jarkom! Ini amanah !”
BUSYEET DAH!! Nih dalilnya dari mana , pake acara jarkom amanah lagi…
Bagus memang adanya sms semacam ini, setidaknya sebagai pengingat kita sebagai manusia tempatnya lalai dan lupa. Namun menurut saya do’a dan donasi masih yang terbaik untuk membuktikan kepedulian kita.
“Man Ro’a minkum munkaro, falyughoiyruhu. . Bi yadihi..
Faillam yastatik…fa bi lisani..
Faillam yastatik…fa bi qolbi..” [Al-Hadist]
Yak,,barang siapa melihat kemungkaran memang musti melawan !
Cara pertama “Bi yadihi”, dengan tangan. Klo gak mampu, “fa bi lisani”, dengan ucapan. Mentok bener2 gak bisa ngapa-ngapain, “fa bi qolbi”, dengan hati alias didoakan, dan itulah selemah-lemahnya iman.
Emang dalam hadist tersebut tidak ada kalimat, “fa bi ‘donasi’ ”(???), tapi saya rasa itu bentuk kongkret yang paling membantu, seperti JDN kemarin.
Pertolongan Allah akan datang jika kita mau berusaha dengan sangat mensolusikan atas problem yg ada. (QS 13:11).
*menurut eramuslim.com Jumat, 16/01/2009 11:33 WIB
