not what you get, but what you become

Reblogged from heningbanget:

Click to visit the original post

Kalimat itu sesuatu banget. It rang a bell. Diucapkan oleh dosen data mining di kelas sore tadi saat lagi bahas tugas. Katanya, kerjakanlah sebaik-baiknya. Gak ada ruginya bekerja keras dalam kebaikan, akan kembali lagi ke pelakunya. Namun, mungkin bentuknya bukan apa yang kita dapatkan, tapi menjadi apa kita karenanya. Setelah kerja keras, mungkin kita gak selalu dapet nilai bagus. Tapi setelah kerja keras, diri kita pasti telah terbentuk menjadi pribadi yang lebih baik, yang terbiasa bekerja keras, disiplin, siap berkorban, lebih kuat, dan sebagainya.

Read more… 64 more words

Yap, gak ada ruginya bekerja keras dalam kebaikan, akan kembali lagi ke pelakunya! :)

Tentang Keinginan Terdalam

Reblogged from The Story of Inspirations:

(13) Dan rahasiakanlah perkataanmu atau lahirkanlah; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati. (14) Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui ; dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui? ~QS. Al Mulk~

Ketika qalbu dipenuhi oleh sebuah keinginan yang tidak mudah dipahami oleh orang lain, maka yakinlah bahwa Allah Yang Maha Agung itu mendengar dan memahaminya.

Ketika pergumulan hati tidak dapat dicerna oleh logika dan tidak dapat dijelaskan oleh sebuah argumentasi biasa, percayalah bahwa Allah Yang Maha Hebat mampu mencerna segala argumentasi yang…

Read more… 80 more words

We have to be here for some reason...

Reblogged from Inasakamila's Blog:

Hugo said to Isabelle, @Film Hugo:

Everything has a purpose, even machines. / Clocks tell the time and trains take you places. / They do what they’re meant to do. / Maybe that’s why broken machines make me so sad. / They can’t do what they’re meant to do. Maybe it’s the same with people. If you lose your purpose,

Read more… 73 more words

Walaupun saya belum pernah nonton filmnya tapi ini quotes-nya juara banget! :)

NB : sekalian jajal fitur reblog-nya wordpress. hehe

My Eternal Rival

“Alhamdulillah kado u/ papa mama tgl 18 feb ini: gelar sarjana, kursi VIP d balairung, dan sambutan perwakilan wisudawan fasilkom”

Itu adalah tweet salah satu sahabat sekaligus rival terbaik saya, Andreas Senjaya yang akrab dipanggil Jay beberapa hari yang lalu. Untuk kesekian kalinya, saya cuma bisa senyum dan geleng-geleng dengan makhluk yang satu ini karena lagi-lagi mimpinya menjadi kenyataan! Lanjut membaca

Bersyukur Dalam Beramal

Letih. Ya, itulah perasaan yang selalu dirasakan semua orang di tiap-tiap malamnya. Termasuk saya yang malam ini mengakhiri hari dengan menjadi pembawa acara sebuah acara cerdas cermat Ramadhan untuk adik-adik SD dan SMP di perkampungan belakang PPSDMS. Beruntung ini hari terakhir dari tiga hari rangkaian perlombaan imut nan menggemaskan ini. Namun, rasa lelah memang tidak dapat dibohongi. Apalagi dengan kesibukan paska kelulusan yang bukannya makin sedikit. Lanjut membaca

Sulit, Mudah, Ridha-Nya

Entah kenapa, membaca buku “Dalam Dekapan Ukhuwah” ini mengingatkan ku kepada kalian. Yang sedang berjuang disudut sana, memperjuangkan sesuatu yang terbilang mustahil. Ya, tapi kalian tetap tegar seperti yang ku kenal setahun dua tahun yang lalu..

Tangan renta ini sudah tidak mampu lagi membantu apa-apa, namun izinkan jari-jari ini untuk menulis ulang halaman favoritnya dalam buku indah ini.. Lanjut membaca

……………………………

“menikah bukanlah hal mudah.

niat nya harus lurus, Lillahi ta’ala.

persiapan nya harus matang: lahir wal bathin.

pembekalan!pembekalan!pembekalan!

belajar untuk

lebih bersabar,

menghadapi setiap perbedaan yang ada.

lebih bersyukur,

menyikapi setiap yang diamanahkan: harta dan anak-anak.

lebih tegar,

menyikapi setiap permasalahan yang timbul; dihadapi dan diselesaikan bersama.

tak boleh sekiranya pembantahan (akan yang haq) terlontar,

bahkan sekiranya hingga tak tahan sekalipun, pantang mulut ini berucap:let’s get divorce!!

If you ask why?

Because ALLAH said so.

Allah membolehkan, tapi Dia TAK SUKA.”

Lanjut membaca

Hati-hati dengan Prasangka..

Capek cerita Saipul, cerita diri sendiri aja ya..

Kemarin, selesai saya ikut Kajian Belajar Bahasa Arab gratisan di masjid dekat rumah Fajar, saya pun bergegas pergi ke tempat parkir motor. Buat ngambil apa hayo ? Buat ngambil gentong. Ya nggak lah ! Ngambil motor atuh.. :D

Seperti biasa pasti ada acara bayar duit parkir. Ngerogoh saku di jaket muncul uang dua puluh ribuan, sepuluh ribuan, ma lima ribuan. Pikir saya, kalau pake uang dua puluh, takut orangnya gak ada kembalian. Akhirnya entah kenapa akhirnya saya milih uang sepuluh ribu, kalau gak salah inget sih pengen mecah uang gitu buat beli makan abis itu.

Sesampai di depan Pak Parkir, saya ngasih uang sepuluh ribu itu. “Ada kembalinya gak Pak kira-kira ?”

Bapak itu diam saja, dengan tangan sedang sibuk ngerogoh saku-sakunya. Melihat beliau agak kesulitan, saya langsung mengambil uang limaribuan saya. “Yaudah Pak, ini saya ada lima ribuan biar lebih gampang..” Si Bapak pun dengan ekspresi yang sama menukar uang sepuluh ribuan tadi dengan lima ribuan saya.

Eh, iseng-iseng tangan masuk ke saku, ketemu uang seribu ternyata. Langsung aja tanpa banyak cincong saya kasih ke si Bapak. “Oh maaf pak, ternyata ada seribuannya.”

Tak disangka tak dinyana si Bapak langsung nyemprot saya. “Dasar lo, lo mau coba-coba pake uang gedhe supaya gak ada kembalinya gitu ? SUPAYA GRATIS GITU ?!?” Dengan nada cukup tinggi. Sayapun terdiam, kaget. Si Bapak lalu ngacir dengan ngomel-ngomel.

Astaghfirullah.. Saya berusaha nahan emosi sambil terus beristighfar. Saya pun berusaha merunut kembali setiap niatan saya, apakah benar tuduhan Bapak tadi. Jantung saya berdegup kencang, niatan itu memang sempat muncul sekelebat diawal namun saya yakin disaat terakhir saya yakin sama sekali tidak ada niatan itu. Ampuni hambamu ini ya Allah bila hati ini lancang akan kuasa-Mu..

Mungkin hikmah yang dapat diambil, ternyata dapat prasangka buruk itu gak enak. Banget. Saya gak bayangin artis-artis di tipi yang uda bukan cuma prasangka lagi, gosip, bahkan fitnah pun sudah banyak mereka jabanin. Entah bagaimana perasaan mereka. Mengerikan pasti.

Omong-omong prasangka buruk, saya jadi inget kondisi di UI sekarang yang sudah cukup gawat. Hubungan rektorat dan teman-teman lembaga sudah sangat tidak akur. Diluar semua yang dilakukan rektorat, saya masih sangat yakin bahwasanya Bapak Ibu kita disana bukanlah seperti Mischa, tokoh paling antagonis dalam sinetron Cinta Fitri –ups, ketauan ! :) –  Terakhir ngelihat status Bu Kasiyah, dosen Fasilkom yang merangkap sebagai Mahalum UI di facebook.

“Fasilkom tempatku yang sesungguhnya, tunggulah aku akan kembali sepenuhnya. Aku rindu dengan sangka baik,ketulusan, sapaan mesra, dan segelas teh manis yang panasnya pas dan manisnya juga pas.(on Friday)

Lembut sekali perasaan beliau. Terharu. Saya yakin mereka sebenarnya punya itikad yang baik untuk mahasiswa, UI kedepan. Sering kali saya berfikir, kita di lembaga kemahasiswaan sering punya prasangka buruk walaupun juga memiliki tujuan yang sama baiknya.

Sangka baik, i’tikad baik. Andai itu dapat dilakukan semua orang di dunia ini, benar kata Pak Heru, dosen saya, pasti kejadian bom di JW Marriot atau Ritz Carlton tidak akan terjadi. Wallahu a’lam.