Pemimpin itu..


Lagi-lagi pengen cerita tentang Saipul, seorang mahasiswa Fasilkom yang masih belum dapat diidentifikasi asal usulnya -ikut-ikutan mbak Asri-, yang pasti gak ada hubungan darah dengan Om Noordin M Top.🙂

Entah kenapa akhir-akhir ini Saipul sering gundah. Ia sering terganggu dengan beberapa perkataan temannya, “Denger-denger ente bakal nyalon jadi Ketua BEM Fasilkom ya Pul ?” Bukan hanya satu orang, tapi cukup banyak. Waktu ia pulang kampung pun, ia bertemu dengan temannya yang baru saja dapat amanah jadi ketua BEM. “Ntar kamu di UI juga, saya tunggu.”

Dan muncul chatting room di ruang otak Saipul.

“Emang gitu ya, kita harus jadi pemimpin ?” “Eh..bentar-bentar, bukannya kata Rasulullah kita tu gak boleh minta jabatan bukannya berarti kita kagak boleh ngarep ma yang namanya jabatan ya?” “Tapi..tapi..”

Beruntunglah sebelum Saipul mulai gila, dia ikut suatu kajian kemarin, yang ngisi Ustadz Anis Matta, anggota DPR yang merangkap juga jadi Sekjen Partai PPKA (Partai Pojok Kanan Atas) –red:nama partai sengaja disamarkan, karena sama sekali tidak ada tendensi politik disini-

Pada saat itu muncul pertanyaan yang mirip-mirip dengan hal yang dipikirkan Saipul. Pak Anis Matta pun terhenyak sejenak. Akhirnya beliau angkat bicara, kurang lebih seperti ini.

“Ikhwah(red:saudara), ada satu buah doktrin kepemimpinanan yang saya fahami. Terserah antum mau sepakat atau tidak. Kepemimpinan adalah kapasitas yang bertemu dengan peluang. Tidak lebih. Seorang yang berkapasitas ditemukan Allah dengan peluang itu, yang sering kita terjemahkan mendapat amanah untuk memanggul tugas itu.”

“Sesungguhnya, tugas kita sebagai seorang muslim hanyalah untuk terus meningkatkan kapasitas kita. Kapasitas ibadah kita, kapasitas keilmuan kita, untuk menjadi pemimpin, bila antum memang ditakdir kan untuk itu, niscaya peluang itu tidak akan lari kemana-mana. Bukan tugas kita untuk meminta termasuk mengharapkannya juga, namun bila kita diamanahkan maka laksanakanlah se-sempurna mungkin !”

“Adalah hal yang wajar bila kita menginginkan jabatan, kekuasaan tertentu, karena memang itu keniscayaan kita sebagai manusia. Namun bila kita berfikir kembali, untuk apa sih kita mau repot-repot, bersusah-susah jika kita bisa hidup lebih damai dan bahagia tanpa amanah itu ?”

“Saya sering bercanda dengan saudara-saudara saya di DPR, yang gara-gara kasus KPU salah hitung menyebabkan jumlah kursi mereka pun jadi simpang siur sehingga ada yang kebingungan bahkan cenderung resah akan hal itu. Dan saya pun berkata, ‘Ikhwah, kalem aja mah..Sebenernya list anggota DPR untuk tahun 2009-2014 itu sudah tertulis di kitab Lauful Mahfudz sejak ribuan tahun yang lalu, jadi antum gak perlu khawatir dan ribut karena emang sudah ditentukan ma Allah dari dulu..’”

Hati Saipul pun jadi adem..Ternyata emang yang dipikirkan selama ini sebenarnya tidak patut untuk difikirkan. Tugasnya, hanya untuk terus berkembang, meningkatkan kapasitasnya lagi.. Fasilkom mah uda berat kuliahnya ngapain mikir kemana-mana, emang tak gendong ?😀

Dan semua lamunannya pun terbuyar namun muncul seuntai kalimat lagi dari otaknya,

“Andai semua pemimpin di Indonesia seperti itu..Amin ya Allah..”

NB: Insya Allah semua sudah cukup dewasa untuk mengartikan tulisan diatas, bila ada unsur kesamaan tokoh, tempat, kejadian, apalagi partai tertentu, insya Allah semua dituliskan dengan niat agar semua yang membaca dapat mengambil manfaat..

8 thoughts on “Pemimpin itu..

  1. Pertamaaax…:mrgreen:
    Saipul lagi.. Saipul lagi.. ckckck.. Kynya Saipul itu emg si Namaz Gib kali ya, hahahaaa😆
    Mmm, masih bingung nih kak, jadi sbnrnya kalo nyalonin diri sbg pmimpin itu salah gak c??❓

  2. InsyaAllah ya Big.
    saya juga sudah mulai berfikir…
    “mungkin, kita bisa hidup lebih damai dan bahagia tanpa amanah itu”
    wah… pas banget!
    tapi, teori kapasitas, peluang dan berkembang, sontak membuat kaki ini ga mau berhenti di tempat, ya kan? (curhat,hehhehe)
    “InsyaAllah di niat baikkan saja, mbak.”
    saya inget kata2 yang ini.
    saya kembalikan.

  3. hik..hik.. kenapa an ada yang gak sependapat tentang pernyataan Anis Matta ya (bingung mode On)
    panjang jelasinnya
    ya selamta menulis lagi big
    lama ana juga gak nulis😀

  4. kok komentar Puspa ga masuk yaaaah…
    padahal udah dari kapan gitu (-.-)
    jangan-jangan….
    krik-krik… hehehe
    semangat mbah!
    saya terinspirasi dengan kata2…
    “kepemimpinan adalah kapasitas yang bertemu dengan peluang.”
    SubhanAllah, seperti yang dipikirkan selama ini. :p

  5. haha..lama gak ngeblog2an lagi. sori bori ya baru dikomen.

    @ ade :
    kalo katanya ustadz annis matta sih kagak boleh gitu, ngarep2 begituan..walaupun emang kondisi tertentu kayak semua calon pemimpinnya penjahat papan atas model Mischa-nya ‘Cinta Fitri’ ?! Wah, malah dosa klo kita ga nyalon. Kayaknya sih..:mrgreen:

    @ fajat :
    ?!?!

    @ asri :
    dan sekarang sudah maen bombardir tulisan lagi..🙂

    @ puspa :
    annis matta tuh pus yang ngomong, bukan saya.
    saya mah ga mungkin sekeren itu. hehe

  6. itu kata2 ustadz anis matta dicatet semua? lengkap dg titik komanya?
    subhanallah…
    ~ato jangan2 direkam ya? ^^

    yup, saya juga suka sama kata2 ustadz anis matta,

    “Kepemimpinan adalah kapasitas yang bertemu dengan peluang.”

  7. iya big, sepakat banget..tapi stiap orang pasti punya tujuan hidup secara personal dulu,kemudian arahkan tujuan hidup tersebut dengan keinginan jamaah, sehingga ingin menjadi apapun kita, akan sesuai dengan track dakwah. Kalau dikasih amanh kita masih bisa bernegosiasi kok, jangan langsung menerima, sami`na waatona juga ada prosesnya. Pastikan kita paham terlebih dahulu akan amanah yang diberikan kepada kita, dan arahan kedepannya seperti apa, terus disesuaikan dengan tujuan dan keinginan hidup kita. Kalo secara esensi tujuan kita masih bisa dikejar melalui amanah tersebut, ambil amanah itu sambil sejalan dengan tujuan kita. Kalaupun kondisinya kita sangat dibutuhkan dan ternyata bertolak belakang dengan tujuan hidup kita, tunda sejenak (tapi harus tetap konsisten) tujuan kita untuk menyelesaikan amanah yang diberikan kepada kita. Di sanalah Allah sedang menguji kesabaran kita, mungkin ada jalan lain yang sedang Allah berikan kepada kita…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s