Takut Pamer ?! Itu mah Biasa..


“Untuk orasi selanjutnya, kita sambut orasi dari perwakilan Fasilkom, akhina Saipul !” kata Bang Satriyo dari mobil sound ketika aksi untuk Palestina hari Jum’at 8 Januari kemarin.

“Ouwoo…ouwooo.. ouwoo..ouwouwo..”, begitulah massa aksi menyambut seruan dari Bang Satriyo.

Saipul yang kebetulan saat itu menjadi seorang bunker, terpana, dan bingung. “Lah..lah, apa-apaan ini ?” Padahal ia bukan siapa-siapa, bukan ketua BEM, bukan pula Ketua Lembaga apapun, namun.. ia tidak punya pilihan, mikrofon diatas mobil sound telah menunggunya, Bang  Satriyo pun memandangnya seraya meyakinkan semua akan baik-baik saja..

Ya, Saipul pun akhirnya memberanikan dirinya ke mobil sound. Ia mengambil mikrofon, dan berdiri diatas sound bersama orang-orang yang telah berorasi sebelumnya dari KAMMI, LPIA, Al Hikmah.

Saipul terhenyak sebentar. Ia memandangi massa aksi yang berkerumun di sekitarnya. Kecil sekali, sedangkan ia merasa yang paling besar. Ya, seketika ia mengingat masa mudanya, ketika SMP lebih tepatnya, ia merasakan atmosfer yang serupa. Namun bedanya saat itu ia berada diatas panggung dengan sebuah gitar listrik melodi melingkar di pundaknya dan mikrofon di depan wajahnya. Perasaan itu kembali muncul, rasa pamer, rasa ingin terlihat hebat di depan banyak orang, perasaan ingin memukau semua orang disana dengan kemampuannya. .

Ya, sama persis. Itulah perasaan yang muncul dihatinya ketika berada di mobil sound. Kakinya mulai bergetar, jantungnya berdegup kencang karena saking gugupnya dan takut tidak dapat mengeluarkan kemampuan terbaiknya.

“Astaghfirullah..apa bedanya saya dengan anak SMP ?“, kata Saipul dalam hati. Sambil terus beristighfar dan berusaha menenangkan dirinya, dan bismillah…

“Assalamu’alaykum Warahamatullahi Wabarakatuh !” pekik Saipul, dan dilanjut dengan teriakan yang heroik, “TAKBIIIIR…!!”

“Allaaahu akbaaaar !!” teriakan massa aksi yang sangat luar biasa. Mengingatkan Saipul bahwasanya kebesaran hanyalah milik Allah, kesombongan dan rasa pamer cuma pantas dilakukan oleh Allah, ya..buat apa dia pusing memikirkan hal itu ?

Dan cihui, si Saipul pun mulai tenang seperti biasanya.

“Ikhwah sekalian, apakah kalian lelah ? Apakah kalian menggigil berkat hujan yang membasahi kita ?”

“TIDAAAK !”, jawab massa aksi.

“Ah..yang bener ? Yakiiin ? Jujur sajalah…saya juga capek, saya juga dingin.”, ujar Saipul. Dan massa aksi pun bingung !

“Ya, namun inilah sedikit bentuk pengorbanan yang bisa kita lakukan untuk meneladani Rasulullah..Ya, karena sesungguhnya Rasulullah telah memberi contoh bentuk idiom cinta yang luar biasa kepada kita..”

“Di akhir hayatnya, Rasulullah sama sekali tidak bergeming ketika Malaikat Jibril berkata kepadanya bahwasanya semua malaikat di ‘Arsy telah bersiap menyambut kedatangan ruh paling agung se-jagat raya. Taukah ikhwah apa yang ditanyakan Rasulullah ?”

“Beliau hanya bertanya, ‘Bagaimana nasib umatku kelak Jibril..’ hingga di penghujung hayatnya beliau terus berteriak, ‘Ummati…ummati…ummati..’, suatu bentuk kecintaan yang luarbiasa dari beliau terhadap sebuah umatnya, yang patut kita teladani dalam menyikapi permasalahan Bangsa Palestina..”

“Bila Umar bib Khattab berjihad dengan pedangnya, bila Abdurrahman bin ‘Auf berjihad dengan hartanya, maka jangan sedikitpun ragu ikhwah, kita disini berjuang dengan orasi-orasi kita, berjihad dengan tegapnya kita berdiri disini, dengan kesetiaan kita untuk terus memperjuangkan hak-hak saudara kita di Palestina..ALLAHU AKBAR !”, ujar Saipul.

“ALLAHU AKBAAAAR !!”

Begitulah, beberapa taujih  yang dibaca Saipul di pagi hari tadi, dan diskusi dengan salah seorang saudaranya, setidaknya  membuatnya dapat menyampaikan sesuatu.

Ya, walaupun perasaan itu masih ada namun ia telah berhasil menekannya sebisa mungkin. Ia jadi teringat sebuah nasihat yang pernah didengar dari seorang ustadz dimana beliau ada muttarobbi (baca:murid binaan) dari Alm.  Ustadz Rahmat Abdullah.

Suatu ketika  muttarobbi ustadz tersebut mendatanginya, muttarobbi tersebut adalah seorang yang dikenal sebagai pembicara handal, trainer yang memotivasi, dan penuh percaya diri. Namun ketika itu si muttarobbi berkata, “Ustadz, saya tidak ingin menjadi pembicara atau trainer lagi..”

“Kenapa antum berbicara seperti itu ?”, Tanya si ustadz. “Saya tidak bisa menahan perasaan ingin pamer saya ustadz, saya takut tidak ikhlas dalam menyampaikan setiap materi dan taujih saya ustadz..”

Dan si ustadz pun tersenyum. Si muttarobbi tersebut pun kebingungan.

“Antum kira saya tidak seperti itu ? Dulu ketika saya sedang liqo bersama Ustadz Rahmat Abdullah, saya juga menanyakan hal yang serupa dan tahukah apa kata beliau ? ‘Ente kira ane gak kayak gitu ? Sama aja kali !’  Ya,Ternyata ustadz sekaliber beliau pun juga merasakan hal yang sama !”

“Intinya akhi, itu adalah hal yang lumrah, sah-sah saja bila dirasakan siapapun, itu manusiawi. Yang patut kita garis bawahi bahwasanya jangan sampai kita malah terhenti di titik ini, kita memilih untuk berdiam diri hanya karena perasaan ini sehingga mengorbankan dakwah kita, mengorbankan kebaikan-kebaikan yang dapat bisa antum munculkan ketika antum berbicara..

Alhamdulillah..Dan Saipul pun lebih yakin lagi untuk melanjutkan orasinya hingga selesai.

Ya, sebuah kisah dari Saipul lagi tentang pamer dan semua perasaan itu, namun jangan sampai mematahkan niatan kita untuk berbuat baik, iye gak Cing ?🙂

19 thoughts on “Takut Pamer ?! Itu mah Biasa..

  1. Ya, sebuah kisah dari Saipul lagi tentang pamer dan semua perasaan itu, namun jangan sampai mematahkan niatan kita untuk berbuat baik, iye gak Cing ?
    Subhanallah.. likes this… yo’i cuy😆

    saipul lagi.. saipul lagi…
    ckckck.. sudah jelaslah sekarang siapakah si saipul ini sebenarnya😛

  2. @ deady :

    sebenarnya Ded…
    Saipul adalah seorang tokoh yang belum diketahui asal usul dan jenis kelaminnya !😀

    @ ade :
    oke Joni ! (lho, kok joni ?!?😀 )
    emang siapa de si saipul ?? gak boleh sotoy lho..hehe

  3. subhanallah.. mantap lah kk fasilkom yg satu ni…

    sayangnya saya gak bisa ikut aksi kemarin😦
    anak fasilkom 2007 eksis bgt dah…

    ~ baru baca postingan yg ada nama Topan Bayu Kusuma di eramuslim.com

  4. subhanallah,, jadi ingin sepertin saiful,,n_n

    oh ya,, adek ana kan skrng kls 3sma,,
    dy pengen nyoba2 masuk tes-nya UI,,
    caranya gmn ya,??

  5. subhanallah,, jadi ingin sepertin saiful,,n_n

    oh ya,, adek ana kan skrng kls 3sma,,
    SIMAK UI itu kayak gmn ya,??

    –ralat dikit,, he2–

  6. @Zana
    Salam kenal, waw saya baru tau tulisan Topan masuk eramuslim. Mesti nagih traktiran nih . . eh syukuran

    @Big
    Kirain Rizky Syaful Jamil
    gak taunya nte Big

    Sip lah, maju para orator! Doain ane tetap istiqomah membina orator2 masa depan. Membangun generasi pelangi dari sudut kota Depok.

  7. @ zana :
    iya tuh, emang mantep bener Topan, jadi korlap acara kemaren..
    Mantap jaya dah Topan !😀

    @ sarah :
    pengen kayak Saipul ?
    wah, jadi cowok2 dong.🙂

    sip, pertanyaannya uda dijawab via sms ya..

    @ fajar :
    parah bet…masa Saiful Jamil dibawa2..ckckck.
    asek dah, si mas’ul dakwah sekolah !:mrgreen:

  8. btw, kk, nama saya bukan Eliza Sativa, itu cuma nama plesetan, waduuh..

    kalo mw nyantumin nama lengkap sekalian aja Eliza Fardina Jessilia Hala.
    kepanjangan yak?

  9. @ eza :
    Iya, saya tau kok, itu dari nama latin padi kan, “Oryza Sativa”, begini2 dulu pernah belajar biologi.
    Sampe segitunya za, sampe nama di latin2in, kenapa gak nama2 beneran kayak di telenovela, “Rosalinda”, “Dulche Maria”, atau “Ciripa”..🙂

  10. Assalammu’alaikum, numpang mampir untuk pertama kalinya, hehe..

    Pas buka, langsung baca postingan ini, dan… langsung ngena!😀

    Saya sering ngerasa gitu, apalagi duluuu. Sering ngerasa ga enak, takut dianggap pamer, dan akhirnya semua dipendem aja. Padahal kan justru “mengorbankan kebaikan-kebaikan yang dapat bisa antum munculkan ketika antum berbicara..” ya.. ^^

  11. @ mbak irene :
    wah, jadi malu diliatin mbak irene. hehe.

    @ mishbah :
    iya daah..yang biasa jadi oratooor..
    iye, fotonya si randy, habis gugling ketemu nya fotonya dia..😀

  12. yah, waktu itu gak sempet ngeliat big orasi.. pasti medok2 surabaya ya (becanda big)..😛

    @fajar
    tulisan ane gak masuk eramuslim jar, cuma nama ane aja yang masuk.. tapi mudah2an bisa segera masuk tulisannya di media2 nasional (berharap)..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s