Cerita di UNTIRTA


Siang itu, saya agak terkaget-kaget. Tiba-tiba ada sebuah pesan singkat di ponsel saya, intinya kurang lebih meminta saya untuk menjadi pembicara sebuah acara. Mungkin kalau untuk memberi sedikit tausiyah-tausiyah singkat, atau tentang PKM (red:Program Kreativitas Mahasiswa) dan PIMNAS mungkin masih agak wajar, karena sudah tidak asing lagi untuk diminta seperti itu. Tapi kali ini si pengirim sms meminta saya membawakan sebuah materi yang temanya ‘gak banget’ buat saya.

Menjadi mahasiswa berprestasi namun tetap syar’i.

Dan brutalnya lagi, ini acara bukan di Fasilkom, bukan pula di asrama atau di UI, tapi di UNTIRTA, sebuah universitas ternama di Serang, Banten. Gubrak !

Saya sudah berusaha untuk mengkonfirmasi apa benar tidak salah orang, tapi si teteh nya kekeuh katanya memang saya yang direkomendasikan oleh salah seorang temannya. Dengan cukup nekat, tapi mungkin nih Gusti Allah pengen ngasih saya suatu pelajaran berharga dari forum ini. Dan, bismillah..akhirnya tawaran itu pun diterima.

Mendekati hari H, dari TOR yang dikirimkan belakangan saya baru tahu kalau ini acara bukan main-main. Namanya UNTIRTA Fair dan sepertinya adalah salah satu program kerja tahunan terbesar dari LDK Baabussalam, lembaga dakwah kampus universitas ini. Ya, lagi-lagi saya tertampar-tampar karena ekspektasi awal saya mungkin hanya dauroh kecil-kecilan atau acara-acara kecil menengah ala lembaga dakwah.Bahkan ada fee entry-nya. Dan, parahnya saya semakin panik karena ternyata saya tidak sendiri, ada pembicara satu lagi yang akan berada diatas panggung bersama saya karena konsepnya talkshow. Saya hanya tertegun kita mengetahui siapa beliau. Oki Setiana Dewi. Ya, Oki, sang Anna Alfathunnisa, sosok akhwat imajiner yang nyaris sempurna di mata para pembaca novel terkenal atau penikmat film “Ketika Cinta Bertasbih” yang film layar lebarnya baru saya lihat pas Lebaran hari ke-2 kemarin di RCTI dan..cantik juga.hehe.

Makin lumerlah kepercayaan diri saya. Bayangkan temen-temen..sepanggung dengan seorang bintang terkenal , akhwat tulen pula, lagi puasa lagi. Casing-nya uda kalah mutlak, pamor apalagi kalah telak. Rendah diri, takut gak bisa tampil menawan di panggun nanti, perasaan-perasaan ini tiba-tiba langsung ramai menggelayuti hati ini. Ya Allah..ni saya mau diapain yak..

Tiba-tiba saya inget tulisan saya yang ini, buat apa kita peduli anggapan orang. Inget juga niat di awal, akan ada pelajaran dibalik ini semua. Bismillah, cuma bisa mempersiapkan yang terbaik, semoga ada sesuatu hal yang baik yang bisa menginspirasi teman-teman di Serang.

17 Agustus 2010. Hari itupun datang. Masih sempet jiper juga, mulai acara dibuka, sesi tilawah, sampe sambutan dari rektornya (yang saat itu diwakili oleh istrinya) masih juga deg-deg an. Apalagi waktu si ibunya ngomong kurang lebih, “Saya sangat senang sekali saya bisa bertemu dengan Dek Oki, yang sinetronnya sangat saya gemari dan saya tonton setiap hari.” Lengkap sudah, tidak ada harapan, tidak ada acceptance publik sama sekali.Semakin mempertegas komunitas kami, Oki sang aktris dari RCTI sedang saya makhluk antah berantah dari dunia mana. Hehe.

Sebenarnya pengen cerita detail, mulai dari moderatornya yang ternyata lebih prestastif dari saya, saya dan Oki yang ketika dipanggil ke panggung diiringi soundtrack KCB, uda kayak mantenan aja. Hehe. Tapi alhamdulillah, ya kurang lebih bentuk saya masih cukup meyakinkan lah, dengan balutan celana dan kemeja hitam, plus jaket hitam PPSDMS kesayangan, saya melenggang di panggung bareng Oki dengan gamis dan jilbabnya sangat panjang, dan sepertinya cukup mahal.🙂

Oki banyak cerita tentang kisah hidupnya,ketika keluarganya mulai jatuh miskin, kisah ibunya yang sakit keras dan hingga sekarang belum ada obatnya, saat ia mulai memutuskan untuk berjilbab, saat ia ditolak oleh hampir semua production house saat itu karena jilbabnya namun dengan keteguhan dan keyakinannya bahwa Allah itu Maha Adil, hari ini dia berdiri tetap dengan hijabnya yang panjang namun dapat muncul sebagai representasi sempurna seorang muslim di panggung artis. Sebuah kisah yang luar biasa untuk orang yang masih ragu untuk mengulurkan jilbabnya.

Sedangkan saya hanya mengutip beberapa sesi ILDP dan PPSDMS yang saya pikir bakal cukup kena di hati temen-temen UNTIRTA plus guyonan khas saya. Ya, tentu harus berjuang keras karena track record dan tampang uda kebanting🙂 , jadi memang harus powerfull dalam membawa suasana. Yang menyenangkan cukup banyak yang bertanya, walaupun saat itu Oki harus pulang dulu karena mau kejar sesi syuting, tapi masih penonton masih pada interest tetap di tempat dan memberikan beberapa pertanyaan. Hehe, ternyata saya ada daya tariknya juga..🙂

Oiya, mau pamer juga ah.😛 Jadi sebelum Oki pergi, dia pamitan dan mengatakan begini kurang lebih,

“Terimakasih atas undangan teman-teman dari UNTIRTA, disini saya banyak belajar dari teman-teman dan juga Mas Big Zaman pembicara kita ini yang telah blaa..blaaa…”

Dan terbanglah saya…😀 . Walau begitu tetep pasang tampang cool lah.🙂 Ternyata beliau inget saya, padahal sepanjang di panggung kami bahkan tidak pernah ngobrol sepatah kata pun, bahkan saling berpandangan pun tidak. Allahua’lam..jarang-jarang dapat nikmat kayak begini di bulan puasa.🙂

Yaa, kayaknya saya harus siap-siap kalau nanti akan ada panggilan untuk menjadi aktor di film karya Kang Abik lainnya.🙂

Foto di UNTIRTA

Foto bareng temen-temen UNTIRA, hore..saudara baru !🙂

20 thoughts on “Cerita di UNTIRTA

  1. Whew lagi rajin mosting ni si bos..😀
    Subhanallah.. Itu pas 17 an ya? Wkt itu smpt dgr2 ttg si bos diundang ksna, tp ane gatau tanggalnya >,<
    Mantep dah bos ane yg 1 ini d(^.^)b, smoga bisa makin berprestasi dan slalu membawa manfaat bagi banyak umat🙂
    Tularin ke ane ya bos biar ane bisa berprestasi tapi tetep syar'i kaya ente😛

  2. Big big,,ternyata pesona sang Anna masih melekat dan sulit terhapuskan,,
    kata2 “assalamu’alaykumu”-nya pasti begitu membekas di hati dan tertancap dalam di sanubari,,
    moga2 diberikan kemudahan mendapatkannya Big, abis kasian sekarang di sinetronnya jadi di madu, coba kalo sama Big yang setia dan romantis ini (haha mulai ngaco)

  3. Big big,,ternyata pesona sang Anna masih melekat dan sulit terhapuskan,,
    kata2 “assalamu’alaykum”-nya pasti begitu membekas di hati dan tertancap dalam di sanubari,,
    moga2 diberikan kemudahan mendapatkannya Big, abis kasian sekarang di sinetronnya jadi di madu, coba kalo sama Big yang setia dan romantis ini (haha mulai ngaco)

  4. subhanallah… kakak qt yg satu ini.. mantap jaya dah.
    sepertinya makin banyak panggung persilatan yg mengenal seorang big zaman.

    berprestasi tapi tetep syar’i… patut diamalkan.

    ayo semangat kak! keliatannya si calon udah mulai dideketin tuh sama Allah. hehe…
    ~komen ngasal bgt. maap ya kak klo rada geje

  5. wah, makin terkenal saja teman saya satu ini
    moga makin sukses =)

    ana do’ain jg, moga bs dpt anna althafunnisa yg antum dambakan, hehe

  6. subhanallah………………………….

    keren banget……..
    kayaknya kalo jadi aktor oke juga……………………
    smangat kak big buat casting nya…..

  7. Big… komentarnya jg dong… ttg LDK Baabussalam dalam acra itu… sy haryanto kadept syiar LDK Baabussalam. kirim k alamat email sy z yaa

  8. Sepakat 100% sm Eka & Jay! Mungkin hikmahnya kali ini membekaskan nama “Big Zaman” di hati si dia, MAJU TERUS PANTANG MUNDUR! Buat bekas2 selanjutnya!!!🙂

  9. wah..subhanallah..mantap Big…
    pertama kali buka blog ini..*tersesat*..tp alhamdulillah bisa ketemu lagi dengan Big, meski di dunia maya..hehe

  10. Baru baca & sangat menarik…lumayan dapet guyonan hari ini, ehehehe
    ~peace

    mantap pisan si bos kangkung🙂
    saya aja belum kesampaian ngeliat langsung si anna, kalau-pun liat cuma sebatas liat di tipi…

  11. ;D
    big… mantap.. *baru baca…
    kangen nih dengerin kultum nt. haha..

    *aamiin.. semoga dapat yang big inginkan dan yang terbaik buat big. Semakin bangga pernah kenal dan kerja bareng sama Big Zaman ^^

  12. * mampir-mampir ke blog temen2nya inasa kamila,,hmm.alhamdulillah byk mendapatkan hikmah dan inspirasi..
    waah ternyata sdh dpt pengalaman sepanggungg dgn Oki jg ya?
    tp antum okee bgt klo gtu bisa jd pembicara.. klo ana waktu itu dpt pengalaman jd moderator yg bintang tamunya Oki..
    yayayaya,,memang bliau byk cerita ttg pengalamannya itu,,persis seperti apa yg antum ceritakan..very inspiring..🙂

  13. hee,, ketawa geli saya big baca ini,,
    luar biasa, tapi memang vciri khas nya big menjadikan cerita ini lebih menarik dengan guyonannya,, dahsyat gan….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s