Belajar Memaknai Kehidupan..(2)


Lagi-lagi, kisah masa-masa awal di UI, lanjutan dari yang ini. Ya, klo masih gak bosen silahkan diterusin baca.🙂

***

Dengan segala usaha berat yang kamu lakukan, apa yang membuat kamu bisa terus bertahan? Mengapa kamu tidak memilih jalan hidup yang lain saja?

Berat, ah..biasa aja.🙂

Terkadang hati ini sedikit terhibur, ketika semua orang sedang hiruk pikuk dengan dunianya sendiri, ketika semua orang hampir tidak mempedulikan apapun kecuali tugas dan hingar binger akademisnya, beberapa teman ada yang selalu men-support. Suatu perkataan yang cukup mengena di hati saya adalah ketika di asrama saya hendak membayar hutang pembayaran asrama kepada teman, saat itu ibu telpon sedang butuh uang untuk biaya rumah sakit Pakde, walhasil saya memohon maaf kepada teman saya ini karena lagi-lagi belum bisa membayar. Bukannya suatu celaan maupun kekecewaan sedikitpun tergurat dari wajah teman saya, namun sebuah senyuman dan ucapan, “Mas Big kayak Khairul Azzam ya..” Teman saya, Fajar, juga pernah memanggil saya dengan julukan “Khairul BigZam”, agak maksa memang nih anak🙂

Ya, saya sangat malu bila disandingkan dengan tokoh utama dalam novel “Ketika Cinta Bertasbih” ini, namun berkat perkataan ini saya jadi makin semangat, sama sekali tidak ada alasan untuk membuat saya tidak mencintai profesi ini, untuk terus bermanfaat buat ibu dan keluarga..

Justru saya sering bersyukur pada Allah karena saya sangat beruntung merasakan semua ini. Ya, insya Allah ini yang akan menjadi pembeda antara saya dan teman-teman lainnya. Kalau anak orang kaya, sukses itu mah biasa tapi seorang yang biasa saja, tidak bermodal apa-apa, hanya tekad dan Allah di hatinya, itu baru mantap !🙂

Nah, saat akhirnya kamu menemukan sumber pendapatan untuk biaya kuliah (beasiswa, honor mengajar, dll) yang berhasil kamu peroleh, bagaimana perasaanmu?😀

Wah, senang !😀

Terkadang saya suka duduk di kamar sekarang, saya suka dejavu, mengingat masa-masa awal saya di asrama. Hampir dua setengah tahun yang lalu saya pernah di duduk di kamar asrama, meratapi meja belajar yang kosong dan berharap disana muncul dengan tiba-tiba komputer sekaliber Pentium 1 sekalipun agar bisa mengerjakan tugas, meratapi kamar saya yang di asrama yang kosong tanpa perabot yang sebenarnya bukan kamar saya juga karena hampir satu semester saya hanya numpang kamar alias jadi penghuni ilegal. (hehe, ketauan) Sering pula menemukan dompet dalam keadaan kosong.

Sekarang alhamdulillah, kamar saya sudah cukup melegakan walaupun masih bukan punya saya, saya tinggal di asrama PPSDMS. Melihat di meja belajar saya sudah ada si hitam, Hajar Aswad, laptop kesayangan saya. Sekarangpun setidaknya masih ada uang di dompet untuk makan hari itu.

Syukur, hanya itulah kata yang pantas diucapkan oleh hamba sedhoif saya.

“..maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan ?” (QS 55:55)

Menurut kamu pribadi, apa saja pelajaran yang bisa diperoleh dari kisah hidupmu ini?

Banyaaak ! Ya, silahkan disimpulkan sendiri ya dari cerita saya diatas tadi..hehe.🙂

Silakan berikan saran sebanyak mungkin, untuk mereka yang sekarang sedang berusaha mencari cara menghadapi masalah finansial, seperti diri kamu dulu🙂

Saran ? Waduh, uda kayak apaan aja.🙂

Dua hal, yakni keyakinan dan kesabaran kita yang akan banyak berperan dalam kondisi seperti ini. Keyakinan bahwasanya Allah telah menyediakan jatah rezeki kita dimana kita hanya butuh untuk menjemputnya ! Kesabaran dalam kondisi-kondisi sulit dan yakin bahwa semua ini tidak akan seterusnya terjadi dalam hidup kita.

Trik pertama yang ingin saya bagi adalah perbanyak silaturrahim. Benar sekali apa yang dikatakan Rasulullah bahwa makin banyak silaturrahim makin banyak rezeki yang mengalir pada kita. Percaya atau tidak, tokoh-tokoh yang saya sebutkan diatas awalnya bukanlah teman baik saya, seperti Krisna, kami hanya berkenalan karena suatu hal yang kebetulan saja. Hanya karena hobi saya yang suka menyalami orang yang belum kenal. Krisna salah satu korbannya. Akhirnya kami pun saling kenal. Mbak Cici, Mas Agung, dan sebagainya juga bukan orang dekat saya, semua hanya kenal dari organisasi, kepanitian waktu di SMA tapi alhamdulillah sangat bermanfaat disaat dimana kita tidak tahu bisa meminta tolong kepada siapa. Ini juga bisa jadi motivasi agar selalu berkontribusi di organisasi maupun di kepanitiaan, insya Allah tidak rugi kok.

Yang kedua adalah coba yang bisa anda coba ! Ini dalam konteks untuk memudahkan jalannya rezeki. Kalau memang kita butuh uang, jangan sampai kita malu untuk melakukan hal yang memang tidak lazim dilakukan oleh mahasiswa lainnya. Saya dulu juga pernah berjualan donat, pernah jadi kurir surat, sempat jadi tukang bagi brosur, sempat menjaga warung makan, pernah menjadi penjaga lab komputer, ya, apapun teman-teman selama itu halal insya Allah jangan ragu untuk menjalaninya.

Oia, jangan ragu untuk bersedekah, walaupun dalam kondisi tersulit sekalipun. Ini benar karena infak sangat melancarkan rezeki kita. Jangan sekali-kali berpikiran, kita bakal mulai berinfak kalau sudah dapat untung, kalau sudah punya penghasilan sendiri, itu mah biasa, metode infak yang konvensional. Kalau ingin infaknya cepat di-reimburse sama Allah, maka berinfak lah ketika dalam kondisi sulit kita, ini baru infak ! Insya Allah bila ikhlas gak lama-lama kok baliknya, percaya deh !😉

Terakhir jangan lupa untuk terus meningkatkan level keimanan kita pada Allah. Kuatin lagi sholat wajibnya, tambah amalan sunnah seperti sholat dhuha, sholat malamnya, karena semua itu akan menguatkan hati kita dan keyakinan kita. Curahkan pada Allah semua gundah kita, kegelisahan kita, karena hanya kepadaNya lah tempat kita bergantung dan berserah diri..

 

Ya, insya Allah teman-teman dengan empat langkah tadi (setidaknya itu yang baru kepikiran dikepala saya), semua akan lebih mudah teman-teman jalani. Saya pun masih sering berkutat dengan hal-hal seperti ini, tapi ingatlah janji Allah dalam surat Al Insyirah : 6

“Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan..” (QS 94:6)

Bersemangat ! ^^

 

Terima kasih banyak!😀

Kisahmu ini akan menjadi inspirasi yang memotivasi banyak orang😉

***

Amiin, tidak ada alasan untuk ragu masuk mengeyam pendidikan tinggi teman semaumu ! Mari sama-sama berjuang, merengkuh cahaya ilmu itu sebanyak-banyaknya..nuurun ‘alaa nuur..

Jadi, apakah biaya-biaya itu akan menghalangiku? Haha, engkau bercanda kawan !🙂

17 thoughts on “Belajar Memaknai Kehidupan..(2)

  1. Kalau anak orang kaya, sukses itu mah biasa tapi seorang yang biasa saja, tidak bermodal apa-apa, hanya tekad dan Allah di hatinya, itu baru mantap !
    Seinget saya kayaknya pernah baca tulisan ini di postingan kak big yg dulu deh🙄
    Makasih kak tips n triknya, smoga bisa bermanfaat bagi kita semua yg baca, termasuk saya😀

  2. Wah Big. semoga tetap menjadi inspirasi untuk semua ya, ya membangkitkan kesuksesan kecil di setiap harinya. Sukses untuk Big, dan teman-teman TKP🙂
    Tapi btw, gambar tulisannya pernah lihat di manaa gitu ;p

  3. @ ade : hehe, iya de..biasalah namanya juga yang buat orang yang sama, kata2 yang kepikiran juga mirip2 lah ya.. :p Amiin.

    @ mbak asri : salam juga untuk teman-teman Tiara yang juga selalu menginspirasi saya mbak, super sekali memang supervisornya..🙂
    Gambar?? Oh, saya ambil dari blog kakak kelas saya di Fasilkom kok, emang kenapa mbak?

    @ fajar : walhamdulillah..wa laailaahaillah..waallahuakbar.🙂

  4. @Big. kok mirip wallpaper laptopnya enung, hhaa😀 *ga jelas
    sukses big, semangat juga buat TKP Brotherhood

  5. kayaknya big mau no comment aja, hha…
    saya mau menekuni infotainment ah, berhubung ada 30 artis di asrama ;p

  6. @Asri: pasti berat ya mba, punya 30 artis di asrama yg harus dijagain,, sing sabar dan kuat ya mba,, oya 3 dari 30 artismu skrng jg jadi tanggung jawab saya, mohon kepercayaannya hehe

  7. Hampir tidak pernah merasa lemah karena kehadiran mereka Jay. Ya, sahabat muslimah terbaik yang saya kenal…
    *wah saya percayakan promotor Andreas Senjaya mempromosikan artis di Production House saya. Bantu mereka berlari, dan berlari, Jay , biar sama-sama mengejar seperti tetangga asrama sebelah🙂

  8. @ mbak asri & jay :
    tuh kan, sebenarnya yang patut dicurigai ni kalian berdua, di blog orang malah komen2an serasa milik sendiri. hehe. :p

    Oiya mbak, kalaupun itu benar, saya gak janjian kok dengan beliau. Jangan suka ngikutin hobi orang-orang TKP sekarang ya mbak, GhiBAH (Ghosip Bareng IkhwAH) hehe.
    Jay, nih yang harus diaudit terus mbak asri, membawa “salah tiga” kader terbaik PPSDMS akhwat ya, dijaga baik2 ya Jay !🙂

  9. “..maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan ?” (QS 55:55)
    >> Subhanallah, emang bener, kita harus pandai2 bersyukur, insya Allah akan ditambah nikmatnya

    “Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan..” (QS 94:6)
    >> Suka banget sama kutipan ayat di atas, bentar lagi mau tak tempel gedhe2 di kamer ^^

    Jzk khoir Big, berkelana di blog-nya antum benar2 menyenangkan, nambah ilmu n’ bisa bikin awet muda….🙂 (lucu soalnya, walo kadang ada yg jayus, he)

    So, keep blogging ya! Ditunggu tulisan2 yg menginspirasi berikutnya😉

  10. Big, baca komennya Jay sama Asri bikin saya senyum-senyum sendiri…😀

    ~ itu gambar tulisannya bagus big
    ~ seperti biasa, nt punya cara tersendiri dalam menginspirasi orang .. u’re great😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s