Setitik Syukur Hari Ini..


Tiba-tiba Pak Yugo, salah seorang dosen yang cukup ‘disegani’ di kampus saya memanggil nama saya saat wisuda di Balairung.

“Big..naik.” ujar beliau.

Apa masih ada tugas atau ujian saya yang nilainya bermasalah?

Semakin tidak mengerti. Saya yang panik nan bingung hanya bisa berujar, “Iya Pak, saya..?!?”

“Iya kamu, naek kursi, miring dikit, toga benerin..yak, sip.” Tak lama kemudian terdengar bunyi klik beberapa kali dari sebuah kamera SLR. Ya, dan baru-baru ini saya baru tau jadinya seperti ini.🙂

Seketika terbesit memori empat tahun yang telah berlalu dengan begitu cepatnya. Ya, pria bertoga ini dulu hanya seorang anak laki-laki kurus, tidak menarik, tidak pandai-pandai betul, dan jelas tidak punya cukup modal untuk menempuh pendidikan setinggi ini. Tapi kalau Allah sudah berkehendak, apa yang tidak mungkin?

Barangkali anak laki-laki itu sudah berhenti di tengah-tengah pendidikannya bila tidak ada pertolongan Allah yang selalu saja membuat ada saja orang yang mau membiayai sekolahnya dari kepala sekolah SD-nya, seorang pemilik restoran yang tidak diketahui dari mana asalnya, alumni SMAN 5 Surabaya yang juga rajin terus menebus uang sekolahnya, dari SD hingga SMA..

Barangkali pula anak laki-laki itu tidak pernah berpikir untuk melanjutkan kuliahnya bila Allah tidak mengirimkan teman-teman SMA yang sangat tidak logis🙂 yang sering kali membantunya dan di akhir kelas 3 mau patungan sekelas hanya untuk membiayai uang bimbingan belajarnya..

Barangkali pula ketika anak laki-laki ini yang sudah diterima masuk UI mengurungkan niatnya berangkat ke Jakarta karena masalah ongkos bila Allah tidak mengutus sahabat terbaik beserta keluarganya yang murah hati yang tiba-tiba datang menjemput ke rumah dan menaikkan anak kampungan ini untuk naik pesawat pertama kalinya! Ya, ke Jakarta!🙂

Dan barangkali lagi ketika sampai asrama UI, tempatnya menginjakkan kaki pertama kali di UI, anak laki-laki ini yang bermodal jelas tidak pas (saking kurangnya) dengan modal tiga stel baju celana plus ijazah di tangan, kesulitan di masa-masa awalnya di UI. Ya, lagi-lagi Allah mengirimkan keluarga pertama ASUI yang saat itu datang berkunjung dan membawakan setenteng kantong plastik besar Ramayana berisi baju, sepatu, tas, dan sejumlah uang agar ia dapat tinggal dengan nyaman. Allahu rabbi..

Saat itu pula, barangkali si anak laki-laki ini sudah di-DO sebelum perkuliahan karena 700 ribu uang DKFM yang belum dibayarkannya. Namun lagi-lagi rasanya Allah ingin membisikkan di telingaku,

“Kamu tidak sendiri, Big..”

Begitulah Allah, dengan rasa cintaNya yang begitu besar. Ya, kali ini seorang sosok mulia itu yang hingga saat ini selalu saya hormati, tiba-tiba memanggil saya yang sedang menangis di tengah sekre, mengajaknya ke ruangan. Dengan lembut beliau menenangkan lalu mengatakan,

“Semua akan baik-baik saja, kamu jangan takut ya Big..”

Nol rupiahnya uang pangkal dan uang semester saya pun akhirnya dilengkapi dengan lunasnya DKFM saya saat itu..Mata saya pun tak kuat dan meleleh setiap mengingat kejadian bersama ibu yang selalu saya cintai, yang hingga sekarangpun masih memperjuangkan mahasiswa-mahasiswa yang kurang beruntung seperti saya. Terimakasih Bu.. :’)

Dan barangkali-barangkali lain yang membuatnya selama empat tahun tetap bertahan disini, bapak dan ibu-ibu hebat POMDA yang tak kenal lelah memperjuangkan mahasiswa yang membutuhkan bantuan, dosen-dosen Fasilkom yang senantiasa menginspirasi, bapak-bapak Satpam dan office boy Fasilkom dan asrama yang juga terus mengucurkan doa tiada henti..🙂

Beserta pula kenangan merajut kebersamaan dengan rekan-rekan seperjuangan Keluarga kecil nan bahagia FORKAT Asrama UI yang akan selalu di hati, menyemai kebaikan dalam kesulitan bersama saudara-saudari AD@ dalam buhul ukhuwah yang erat, menumbuh bersama dan berlomba-lomba dalam kebaikan di PPSDMS, Kangkung 2007 yang suka nyebelin tapi herannya selalu heboh (siapa dulu ketua angkatannya? hehe), FUKI, BEM Fasilkom UI, KD Telaga Kehidupan, dan teman-teman super di menanti_syurga . Ya, walau bintang kita terus berpijar, langit kita tetap sama..🙂

Tak lupa pula dua bidadari cantik yang hadir di wisuda saya kemarin, tentu ibu dan mbak yang terus memberikan doa tertulusnya tak pernah henti..Dan tentu sosok yang akan selalu saya kagumi, almarhum Bapak yang dari dulu selalu meyakini, suatu saat saya pasti jadi sarjana, jadi orang pinter, jadi orang besar di zaman yang besar nanti, begitu kan Pak doamu dalam namaku?🙂

Dan lagu itupun kembali terlantun dengan syahdu..

Hey dad look at me.

Think back and talk to me.

Did I grow up according to plan..

(Perfect – Simple Plan)

Yaa..maaf Pak, mungkin hingga sekarang aku masih gak bisa dibanggakan, medali cumlaude saja belum bisa takbawain buat Bapak, doakan ya Pak, waktu S2 dan S3 insha Allah, semoga bisa membanggakan Bapak disana. :’)

 

Ya, tulisan ini hanya sebuah titik dari sejumlah syukur yang ingin ku haturkan padaMu Allah..Yang selalu punya rencana terbaik dibalik semua rencana terbaik yang telah kumiliki..

Maka kugoreskan rencanaku selanjutnya dengan pensil ya Allah, dan seperti biasa kan kuberikan penghapusnya kepadaMu agar Kau dapat hapuskan yang tidak perlu dan menggantinya dengan skenario yang lebih, lebih, dan lebih baik!

 

Senin, 26 September 2011

Pukul 00.41

 

Big Zaman, S.Kom

33 thoughts on “Setitik Syukur Hari Ini..

  1. Tadi denger ttg anda di radio sambil bermacet ria. Penasaran , saya googling cari anda. Dan memang anda luar biasa. Penuh cinta dari Allah Yang maha Kuasa. Semoga anda selalu di berkahi dan selalu mendapat kemudahan di waktu mendatang. Amin

  2. Alhamdulillah
    Btw, bukannya kebalik akh, mestinya antum doain beliau (bapak antum rahimahullah).
    Penting diperbaiki tulisan di bagian itu, soalnya itu masalah akidah yang disebutkan dalam hadis : “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

  3. Banyak syukur dan doa yg baik bagi yg bantu akang slama ini, jgn berbangga diri ..terus maju n smangat ign lupa kirim doa slalu buat abah….(itu yg dibutuhkan abah akang) …jg minta doa, ikhlas n restu ibu serta ortu angkat n temen2 akang smua….. Insya Allah

  4. alhamdulillaah..sukses untuk tahap selanjutnya. smg keberkahan selalu mengelilingi orang-orang yang bersabar & bekerja keras/ sungguh-sungguh ^_^

  5. hamdalah Big Za sarjana *telat nyadar nih*
    keren..very inspiring
    should lebih banyak masyarakat tahu bahwa siapapun bisa memperoleh pendidikan yg layak if they want to and go for it!
    sesungguhnya pertolongan Allah itu sangatlah dekat.

    Helen, alumni ASUI

  6. Salam kenal mas big, smoga bisa jadi “orang besar” di kemudian hari. mau tanya mas big UI angkatan berapa nih ??

  7. saya dari medan
    turut bangga dengan kisah yang penuh Inspiratif ini
    tetap terus bersyukur walau belum menemukan keberuntungan
    tetap terus bersyukur walau masalh hinggap bertubi tubi

    Allah selalu punya cara untuk menyelamatkan hambanya
    Allahuakbar…

    syukran kisahnya

  8. Sangat menginspirasi Mas Big Zaman..
    Doakan semoga 2 semester lagi saya bisa lulus dengan gelar kehormatan🙂

    Seorang mahasiswa S1 Fakultas Ekonomi di salah satu Universitas di Jogja

  9. Tidak dapat berkata apa pun dari kisah ini … kecuali terucap Subhanallah. Mg selalu dalam lindunganNYA. Amin.

  10. Selamat Dik…
    mungkin kisan ini bisa jadi inspirasi…
    smoga di tangan kalian bisa membenahi negri ini.. janganlah durhaka seperti pendahulu-pendahulu mu… iya kisah mereka mungkin hampir mirip dengan kisah mu.. tapi apa yang mereka buat setelah berkuasa/menduduki posisi penting dipemerintahan? mereka korupsi…
    semoga dalam perjalanan hidupmu kelak tidak ada niatan melakukan hal tersebut.. aamiin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s