I Love You So


“I pray to God
With my heart, soul and body
Every single day of my life
With every breath I solemnly promise
To try to live my life for YOU
O Allah, you did revive my soul
And shone Your light into my heart
So pleasing you is now my only goal
Oh I love you so
I love you so”
(I love You So – Maher Zain)

Bergidik hati saya tiap kali mendengar lagu ini. Bukan, bukan karena suara merdu Maher Zain yang menenangkan, bukan pula tentang senandung melodi indah dibalik lantunan suaranya, namun makna dibalik syairnya. Apalagi ketika masuk di bagian refrain dari lagu ini. 

“Now I know how it’s like
To have Your precious love in my life
Now I know how it feels
To finally be at peace inside
I wish that everybody knew how amazing it feels to love you
I wish that everyone could see
How Your love has set me free
Set me free and make me strong..”

Hening. Tak pelak lagi, bait ini sungguh menusuk hati.

Benarkah rasa itu telah ada? Benarkah hati ini sudah mencintai Nya?Benarkah hati ini telah terpaut kepadaNya? Jangan-jangan setiap kali rasa cinta itu kuucapkan, tak lebih itu hanya ungkapan semu semata. Bilang cinta, cinta, dan cinta, namun benarkah gelora itu ada? Bilang rindu, rindu, dan rindu, namun benarkah rindu itu nyata? Sungguh, aku takut, termasuk dalam hambaNya yang munafik, dimana neraka Saqar adalah tempat yang sepantasnya, naudzubillah..summa naudzubillah..

Maka sejatinya salah satu target di bulan Ramadhan ini sederhana. Belajar mencintaiNya dengan nyata. Dengan sebenar-benarnya, bukan hanya bualan semata. Mengais-ngais kembali rasa itu dalam setiap shalat, mencari-cari rasa itu pula dalam setiap tilawah, zikir, ataupun aktifitas ibadah lainnya. Teringat taujih Ustadz Yunus Daud beberapa hari yang lalu,

“Karena sebetulnya yang utama dan pertama adalah memperbaiki kualitas cinta pada Allah dan Rasul Nya. Bagaimana kita dapat merasakan dengan cinta saat kita shalat wajib dan shalat-shalat sunnah kita, terutama shalat malam, dhuha, dan shalat sunnah rawatib. Semua kita lakukan dengan perasaan cinta pada Allah Rabb Yang Menyayangi kita..Bagaimana dzikir yang setiap waktu kita lakukan, dipenuhi rasa cinta kita pada Allah. Dan juga amalan-amalan shalih yang lain, kita lakukan dengan rasa cinta. Demikian juga meneladani perikehidupan Rasul SAW, kita lakukan dengan rasa cinta pada beliau. Semoga Allah SWT kelak mempertemukan kita dengan Rasul SAW dengan para sahabat, dan memberi kesempatan pada kita untuk berjumpa dengan Allah Rabbul Alamin..”
(Ust. Yunus Daud)

Bukan sekedar shalat, namun berhati hampa. Bukan sekedar tarawih, namun pikiran melayang entah kemana. Bukan pula sekedar tilawah sebanyak-sebanyaknya, namun bergerak komat kamit tanpa makna..

Ah, namun semua terlampau indah diucapkan. Karena sejatinya hati ini tetap resah. Terlebih Ramadhan sudah hampir separuh jalan, tak lama lagi ia akan pergi lagi, entah tahun depan apakah diri ini masih berkesempatan bertemu dengannya kembali.

Allah, sungguh aku takut..ketika Engkau memanggilku, iman ini masih semu, hati ini masih kaku dan kelu dalam mengucap cinta kepadaMu..

sebegitu sulitkah mencintaiMu dengan sebenar-benarNya?

ataukah hati ini telah tertutup karena maksiat-maksiat dan kealpaan hamba ya Allah? T.T

 

#renunganRamadhan

Depok, 14 Ramadhan 1433 H
*ditulis dengan mata berkaca-kaca

One thought on “I Love You So

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s