Kilas Balik Paska Kampus (2): Bahagia!


“Kebahagiaan hakiki adalah ketika kita terkoneksi dengan Allah! Salah satu cirinya adalah apabila keinginan kita sejalan dengan takdir Allah..

“Ketika kita ingin masuk kampus ini, kita ditakdirkan Allah masuk ke kampus tersebut..Ketika kita ingin bekerja di perusahaan ini dengan gaji segini, Allah takdirkan kita bekerja disana..Ketika kita ingin berjodoh dengan ikhwan/akhwat ini, maka Allah jodohkan kita dengannya..”

“Dan orang-orang yang terkoneksi dengan Allah, bila apa yang ia citakan tidak baik dimata Allah, maka dengan sangat halus, Allah akan belokkan keinginan kita dengan indah, lahirkan rasa nyaman, bahagia itu, sesuai dengan apa yang ia takdirkan pada kita. Inception.”

Deg! Nasihat Pak Deddy Nordiawan saat kultum di kantor Badr Interactive Ramadhan lalu terasa telak sekali bagi saya saat itu. Nasihat tersebut secara refleks meletupkan memori-memori itu kembali..

Ya, dulu saya doa sama Allah bisa lulus dengan nilai yang bagus, IP yang cumlaude lah setidaknya, biar bisa nyenengin ibu, nyenengin para pemberi beasiswa, namun sayangnya tidak bisa tercapai..

Setelah ‘lontang lantung’ di lab hampir setahun, menjalani pilihan yang tidak populer seperti masuk perusahaan bonafit bergaji besar, mendirikan usaha sehingga terlihat keren. Ya, memilih mendekam di lab riset dengan segala paper-paper, alat-alat, dan sebagainya itu, dengan harapan bisa mengejar mimpi kuliah di Jepang..Namun akhirnya, tergagalkan pula.

Menurunkan ekspektasi, yang penting kuliah, lulus dengan cepat, jadi dosen dalam waktu singkat, segera bergerak menuju trek cita-cita sebagai akademisi, melalui jalur beasiswa S2 di MIK Fasilkom UI. Sudah bersombong dengan kemampuan diri, yakin tak ada alasan untuk ditolak..Namun apa yang terjadi? Kembali gagal untuk kesekian kalinya.

Tidak hanya di masalah hidup, namun juga kisah percintaan *ceila* , sebuah proposal yang saya layangkan kepada seorang akhwat melalui guru ngajinya beberapa bulan kemudian, dengan berbesar hati saya harus menerima kenyataan pahit bahwa proses tersebut harus kandas di tangan orang tua beliau..Yap, gagal lagi😀

Dan beberapa kegagalan-kegagalan lainnya di tahun ini, semua terulang jelas dalam memori saya..

Benarkah sebegitu tidak terkoneksinya kah hamba denganMu ya Allah…sehingga semua pinta ini tak Engkau ijabah? T.T

Dan kata-kata itu pun terus terngiang..

***

Empat bulan kemudian, jadilah saya sekarang ini yang tidak pernah saya rencanakan sebelumnya.😀

Masuk Badr Interactive, start up kecil di bidang TI yang dikelola oleh saudara-saudara terdekat saya, Jay, Topan, Sani..Awalnya menjadi seorang programmer biasa, namun Allah beri kebahagiaan sangat karena aplikasi pertama buatan saya Doa In Quran di bulan Ramadhan lalu bisa masuk jajaran Top Application Free Download..Saat ini telah diunduh oleh 50.000-100.000 pengguna Android di seluruh dunia. Alhamdulillah..

Beberapa hari yang lalu yang sempat Allah beri kesempatan tampil di beberapa stasiun televisi nasional karena menjadi project manager UrbanQurban, salah satu program yang dikerjakan oleh Badr Interactive..Sesuatu yang tidak pernah terbayangkan sama sekali.

Sekarang pun telah dijadikan salah satu tataran manajer disana, bermain-main dengan manajemen SDM, sesuatu saya gemari saat organisasi dulu hingga saat ini..Disertai suasana kerja yang menyenangkan, tenang, nyaman, dan islami, bersama saudara-saudara terdekat..Ya, sesuatu yang belum tentu didapat jika Allah kabulkan doa saya untuk melanjutkan studi saat itu..

Pilihan untuk menepis jauh-jauh mimpi kuliah di luar negeri demi membersamai ibu, pun kini terwujud..Alhamdulillah, saat ini sudah satu tempat tinggal lagi dengan ibu, jadi kalau laper ada yang masakin, kalau sakit ada yang merhatiin, dan tentu yang paling membahagiakan adalah menikmati setiap detik momen apapun bersama beliau..Yap, sudah bersama sekarang dan seterusnya insya Allah.🙂

Serta beberapa fakta-fakta membahagiakan lain yang tidak dapat saya ceritakan satu persatu yang sejatinya tidak pernah saya rencanakan sebelumnya.

Well, seru ya rencana Allah itu?

***

Yap, sebagai penutup, saya tidak ingin bicara kalau rencana Allah itu selalu yang terbaik bla..bla..uda bosen dan biasa banget itu..hehe.

Pertama, kebahagiaan tertinggi yang dipesankan pula oleh Pak Deddy sebagai manusia sejatinya hanya satu..Salamun qawlam mir rabbir rahim. Yakni, ketika kita bertemu dengan Allah di ‘arsy-Nya kelak, mendapatkan salam dariNya..Ada yang tidak ingin? Bila ingin maka pastikan setiap ikhtiar kebahagiaan kita di dunia selalu dan selalu diorientasikan, dilandaskan untuk kebahagiaan tertinggi yang satu ini.. *perkenankanlah ya Allah..*

Kedua, bahwa dalam setiap mengambil keputusan dalam hidup, kita pasti mengidamkan kebaikan, kebahagiaan terbaik yang kita harapkan. Muara dimanapun Allah takdirkan pinta kita tentu berupa sikap syukur dengan harap keberkahan Allah terus menaungi kita, seperti halnya ungkapan masyhur Salim A Fillah, bahwa keberkahan berarti makin dekatnya kita kepada Allah, baik oleh nikmat maupun musibah..

Namun pastikan, di setiap pangkal terawalnya, saat kita mengambil keputusan itu, pastikan kita dalam kondisi ruhiyah terbaik, kondisi sedekat-dekatnya kita dengan Allah, agar tak sedikitpun Allah melepaskan rahmatNya dari setiap ikhtiar kita..

Senin, 12 November 2012

Pukul 00.28

11 thoughts on “Kilas Balik Paska Kampus (2): Bahagia!

  1. Subhanallah..!
    Termasuk ketika si proposal kandas, semoga mulai terlihat hikmah tersembunyinya, insyaAllah😉
    Wa huwa ‘alaa kulli syai inqodiir…🙂

  2. Setelah membaca post ini, saya merasa malu terhadap diri sendiri karena sempat mengeluh ini itu karena gagal atau tidak bertemu dengan keinginan.

    Setelah membaca post ini, saya merasa kagum terhadap Kak Big karena mampu berbesar hari dan bertahan dengan segala hal yang telah terjadi. Kak, semoga Allah memberkahi kehidupan Kak Big. Amin.

  3. menginspirasi master big.. . .ingin seperti mas big yang dalam keseharian tak pernah lepas tanpa ingat Allah dalam segala hal. ..#Amin. sukses bersama menjalani hari hari penuh bahagia bersama ibu ya mas big.

  4. Subhanallah Big.

    Yang terlihat baik bisa jadi justru menjadi ujian. Lihatlah apa yang ada pada kita saat ini, jika
    itu membuat hati kita tenang dan tentram, bersyukurlah. Karena sebenarnya tidak semua orang yg terlihat bahagia bisa mendapatkannya. Alhamdulillah, ikut senang Big. (Lagi sok bijak)

    – Alvis

  5. Badr Interactive?
    Owh BI Quran, Evaluasi Ibadah di Hape saya.

    Seperti di tulisan sebelumnya. Tulis mimpi kita, selanjutnya biar penghapusnya kita berikan pada Allah. Biarkan Dia menghapus atau menggantinya dengan yang terbaik untuk kita. Tidak sekedar yang kita inginkan

  6. Allah memberikan jalan yang sesuai dengan potensi kita…
    semangat ka, walopun proposal ditolak insyaallah yang ada sekarang bisa jadi yang terbaik dunia dan akhirat, aamiin… salam buat dewi kaaak, hahah.. xD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s