Tentang KPR dan ‘Ngontrak’


16 Juli 2016 21.25

Disuatu hari, sebuah diskusi panjang lebar antara dua orang via WA tentang cara ambil KPR, tips-tips, dan sebagainya.

X : Gimana cara dapat DP-nya, gimana cara bayar cicilan yang sesuai dengan rumah inceran kita. Hehe..puyeng yak :”””)

Y : Hehe…ya begitulah. Terakhir kalau boleh saya mau nyampain sesuatu, boleh diterima atau tidak. Sebenarnya ada beberapa temen-temen saya (dan itu tidak sedikit) yang sering tanya-tanya dan konsultasi beratnya cicilan KPR, masih harus ngelunasi hutang DP, dsb.

Dulu saya memang termasuk org yang saklek ‘harus punya rumah’, tapi pada akhirnya saya menemukan realitas ternyata banyak juga keluarga temen-temen yang jadi kurang harmonis karena kesulitan finansial, dari uang belanja gak cukup karena cicilan atau punya hutang disana sini untuk nutup hutang DP karena terlalu dipaksakan KPR dengan harga rumah yang relatif tinggi. Banyak yang ambil KPR konven, di tahun ke-2, 3, dst pada ‘menjerit’ karena tidak hanya terjebak dalam transaksi riba tapi juga karena harga cicilannya yang semakin menjulang dan tidak terjangkau.

Saya cuma ingin menyampaikan, menurut saya sebenarnya nggak harus-harus banget kok kita punya rumah dalam waktu dekat. Klo ada rezeki ya alhamdulillah, klo belum dulu juga insya Allah tidak apa-apa. Saya pernah ngontrak 2 tahun dan rasanya bahagia-bahagia aja alhamdulillah, gak jauh berbeda dengan sekarang yang udah nyicil rumah ke bank. Serius. Kalau dihitung-hitung 1-2 tahun saja ada aja cost yang harus dikeluarkan kalau punya rumah sebelas duabelas dengan ngontrak, seperti benerin genteng bocor, tandon air rusak, saluran mampet, WC/sumur resapan penuh, dsb sekarang kan udah gak bisa minta tolong dibayarin ibu kontrakanšŸ˜€

Pun yang sudah ‘punya’ rumah juga bisa diambil sama Allah kapan saja dengan (naudzubillah) kebakaran, bencana alam seperti longsor di Purworejo kemarin misalkan yang meratakan rumah dan tanah sekian banyak desa. Rasanya SHM, IMB rumah yang kena musibah pun sudah tidak berarti lagi. Siapa yang menduga? Siapa yang bisa mencegah? Karena semua memang kembali sesuai konsep rezeki yang sama-sama kita ketahui. Semua sudah dijamin, akan muncul dengan konteks dan waktu yang tepat, dan akan ada ketika kita mengusahakannya.

Masalah ngontrak dan KPR biasanya ‘cuma’ masalah manajemen hati. Biasanya karena ga enakan sama camer / mertua, calon istri / istri, atau jiper sama temen-temen yang sudah dapat rezeki KPR bahkan beli cash keras duluan. Akhirnya, langsung deh berasa rumput tetangga selalu lebih hijau dr rumput sendirišŸ™‚

Maka bersyukur menjadi poin yang penting, mampu menakar diri, dan tidak berlebihan dalam memaksakan kehendak diri.