Kita Tidak Akan Selalu Bisa ‘Selamat’


mu vs west ham

29 Juli 2016 jam 20.34

Apa hubungannya antara judul diatas dengan screenshot hasil pertandingan Premier League diatas? Ya, bisa jadi berhubungan, bisa juga enggak, tergantung yang nulis :))

Buat yang sudah kenal saya agak lama, pasti tau kalau saya hobi bola. Dulu saya levelnya bisa dibilang maniak, tontonan tengah malempun dijabanin apalagi kalau yang main MU (ketauan dah fans MU hehe). Untungnya, sekarang sudah sangat berkurang, saya beralih dari suka nonton pertandingan full, jadi cuma baca berita-berita bola aja atau paling banter nonton highlight gol-golnya aja, biar efektif🙂 Selain karena memang masih belum bisa menghilangkan hobi ini sepenuhnya, saya juga masih bisa memanfaatkan hobi ini untuk ‘bahan obrolan’ dengan orang-orang yang ingin diajak ngobrol agak lama bahkan untuk nasehatin sesuatu.

Kembali ke gambar diatas, apa hubungannya dengan pertandingan akhir musim lalu, West Ham lawan MU? Kalau ada yang ngikutin Liga Inggris dan concern dengan MU, pasti inget banget kalau di pertandingan inilah Louis Van Gaal dan anak asuhya jadi gak ada harapan lagi untuk bisa jadi empat besar alias dapat tiket Liga Champions. Naas sih, untuk ukuran klub sebesar dan semahal MU gak bisa masuk Liga Champions, apalagi tahun kemarin masih bisa ikut (walaupun cuma sampai babak penyisihan karena emang maennya payah :p)

Lalu kenapa ini ditulis dimari? Penting amat bahas-bahas MU. Karena ini kemarin jadi bahan obrolan menarik dengan mahasiswa saya di STT Nurul Fikri.

Singkat cerita, semester lalu saya dapat amanah ngajar mata kuliah Tugas Proyek dan ada satu kelompok yang memang agak ‘spesial’. Salah satu yang menarik, pada saat UAT alias ujian paling akhir berupa demo project-nya ke saya sebagai dosen, untuk sebuah project yang seharusnya sudah dikerjakan selama satu semester penuh, sudah ada progress meeting (presentasi ke dosen) tiap tiga pekan sekali, namun yang terjadi saat UAT cuma bisa mendemokan fitur-fitur dasar seperti login, logout, halaman depan, dll yang jauh dibawah standar baik secara tampilan maupun fungsional, diklik dimana-mana banyak yang error.

Udah dikasih kesempatan satu pekan memperbaiki dan UAT ulang pekan depan, ternyata hampir tidak ada effort signifikan mereka lakukan. Pada saat mau pulang, kami ngobrol-ngobrol singkat. Kebetulan mereka nge-fans bola juga kebanyakan.

“Ada yang fans MU disini?”, tanya saya.

“Ini pak, si A nih Pak. Wakaka..kesian klubnya menyedihkan bener musim ini.” jawab salah seorang dari mereka.

“Tau gak kenapa MU bisa gak lolos Liga Champions? Padahal musim sebelumnya bisa lolos?”

“Ya, memang mereka punya kiper jago salah yang terbaik di dunia saat ini, David De Gea, yang musim lalu banyak melakukan penyelamatan penting sehingga MU bisa lolos empat besar walau dengna tertatih-tatih. Tahun ini juga ada pemain muda jago namanya Martial yang sering jadi penyelamat MU dengan gol-golnya.”

“Tapi qodarullah, Allah memang Maha Adil. Biarpun saya fans MU juga tapi kalau performanya begitu-begitu aja setiap main, pegang bola terus sih tapi nyerangnya monoton, bertahannya payah, akan ada saatnya De Gea dan Martial sekalipun tidak bisa memberikan kemenangan yang dibutuhkan MU dari lawannya!”

Lanjut saya, “Mungkin selama ini temen-temen kuliah ngerasa apapun yang dilakukan, yang penting dateng ke kelas, yang penting ikut ujian, semua akan baik-baik saja (lulus), tapi dengan performa yang seperti ini dan terus menerus kalian begini, suatu saat kalian akan akan merasakan yg namanya ‘jatuh’ itu seperti apa. Suatu saat kita tidak akan selalu bisa selamat hinhga kita merubah kebiasaan buruk kita itu.

Saya dan beberapa tim di Badr termasuk yang masih punya kebiasaan buruk : terlambat. Biasanya sih kliennya selalu maklum atau mereka juga telat. Tapi suatu hari saya mendapat ‘tamparan’ yang cukup keras ketika jadwal presentasi proyek yang akan di-deal-kan ke klien yang berasal dari Jepang, saat itu kami terlambat sekitar 15 menit dan ending-nya sudah bisa ditebak, proyeknya tidak deal. Ketika saya follow up feedbacknya kenapa kami tidak terpilih, kata kliennya, “Sebenarnya di meeting pertama kami condong sama Badr, tapi akhir kemarin kita pilih yang satunya lagi karena pada saat presentasi akhir Badr malah kelihatan tidak prepare.” Alaihim jleb lah ini.

Yap, NtMS banget sih ini. Anyway kalau boleh kembali ke topik bola, emang West Ham dan Dimitri Payet musim lalu emang jago banget. Salut! #lah

West Ham United v Manchester United - Barclays Premier League

Britain Soccer Football – West Ham United v Manchester United – Barclays Premier League – Upton Park – 10/5/16 Winston Reid celebrates after scoring the third goal for West Ham Reuters / Eddie Keogh/ Livepic