The Afterlife


heningbanget

 

After we die from here, we are going to go to another state of life and it’s gonna go on for generations. Some people, that life in the grave that they are going through, they have been going through for thousands of years. And they have been in there. That’s another phase of life. We don’t see it as death. We see it as another stop in the journey of life. So when you compare all these stops in the journey of life, you will realize that this life, meaning from my birth to my worldly death is the shortest stop in this journey. The shortest span! And so when you realize that, you also realize this tiniest space, this tiniest lifetime that I have, the span that I have, this is the one that will determine all of my actions in the future.

My eternal life is…

View original post 164 more words

Advertisements

Karena Kita Hidup untuk Berjuang!


Tantangan di setiap fase hidup memang beda-beda ya..

Dulu waktu jaman-jaman SMA, berjuangnya gimana caranya bisa masuk PTN. Semua carapun dijabanin dari belajar tiap malem, ikut bimbel, ikut tryout sana sini, jajal tes-tes PTN yang ada, semua-muanya deh dijajal untuk impian yang satu ini.

Masuk kuliah, let say, di terima di fakultas yang didamba. Seneng? Pasti. Sudahkah happy ending? Boro-boro..Welcome to the jungle! *ini serius lho, UI kan emg bener2 hutan :D*

Kini kita dihadapkan dengan dunia baru yang serba mandiri, menuntut keaktifan, keuletan, dan kesungguhan yang tinggi. Belum lagi yang bergelut dengan.dunia organisasi, jangan harap bisa hidup tentram..Tapi ingat saja kaidahnya, “High risk high return, low risk low return.” 🙂

Kuliah, organisasi, kuliah lagi, bantu2 orang, jatuh bangun mempertahankan finansial, tiba2 kejatohan amanah lagi, hingga skripsi..and finally wisuda! Menjadi raja dan ratu sehari, mendapati ratusan senyum kebahagiaan, puluhan bunga, ucapan selamat baik langsung atau via sosial media bak bidadari. Ya, hari yang sangat menyenangkan!

H plus satu wisuda, ketika kita membuka mata keesokan harinya, sudahkah selesai? Tentu saja, tidak. Perjuangan baru saja dimulai saudara, selamat datang di dunia paska kampus! Dunia paling galau seumur-umur. Begitu banyak pilihan: lanjut kuliah langsung atau masih ingin idealis membangun usaha bareng temen sekampus, atau membuang semua angan itu dan hunting-hunting kerjaan aja seperti alumni yang lain? Apapun pilihannya yang pasti harus mandiri, sebisa mungkin menabung untuk bahagiakan orangtua, investasi, dan tentu saja..menikah.

Dua bulan paska menikah. Ya, ahirnya punya istri, tinggal di sebuah kontrakan mungil bersama dengan ibu. Cukupkah sampai disini? Sekali lagi tentu belum sampai disini. Perjuangan baru pun dimulai untuk membahagiakan keduanya, menyiapkan kehidupan yang layak untuk keluarga kecil kami..

Sekarang tantangan KPR yang berada di depan mata. Pertama kali mengambil resiko berhutang ratusan juta ke bank, berbingung-bingung ria dengan bagaimana cara bayar DP nya, dan seterusnya dan seterusnya..

Dan beberapa hari ini pun dikejutkan dengan hadiah Allah pada kami berupa ‘si kecil’ yang sudah ada di perut ummi-nya..Artinya harus bersiap dengan segala biaya untuk USG janin, kontrol kandungan, segala nutrisi untuk ibu hamil, biaya persalinan, hingga membesarkannya hingga dewasa kelak..

Ya, karena kita hidup untuk berjuang bukan? 🙂

Gambar

Yap, berpikir dengan tenang saja.seperti biasa. Niatkan dan lakukan seperti biasa saja, sisanya serahkan pada Allah, mudah saja bukan? 🙂

Rabu, 6 Maret 2013
23.46 WIB

*akhirnya bisa nulis lagi setelah menunggu beliau terlelap..Sst, doakan kami ya 😉

Kilas Balik Paska Kampus (2): Bahagia!


“Kebahagiaan hakiki adalah ketika kita terkoneksi dengan Allah! Salah satu cirinya adalah apabila keinginan kita sejalan dengan takdir Allah..

“Ketika kita ingin masuk kampus ini, kita ditakdirkan Allah masuk ke kampus tersebut..Ketika kita ingin bekerja di perusahaan ini dengan gaji segini, Allah takdirkan kita bekerja disana..Ketika kita ingin berjodoh dengan ikhwan/akhwat ini, maka Allah jodohkan kita dengannya..”

“Dan orang-orang yang terkoneksi dengan Allah, bila apa yang ia citakan tidak baik dimata Allah, maka dengan sangat halus, Allah akan belokkan keinginan kita dengan indah, lahirkan rasa nyaman, bahagia itu, sesuai dengan apa yang ia takdirkan pada kita. Inception.”

Deg! Nasihat Pak Deddy Nordiawan saat kultum di kantor Badr Interactive Ramadhan lalu terasa telak sekali bagi saya saat itu. Nasihat tersebut secara refleks meletupkan memori-memori itu kembali.. Continue reading

Kilas Balik Paska Kampus (1): Bersyukur


“Mari kita sambut perwakilan sambutan wisudawan, Saipul!”

Tepuk tangan dan suara wisudawan dan para undangan menggemuruh saat itu. Saipul yang awalnya duduk santai-santai saja dengan toganya, mendadak panik. Sejak awal dia memang tidak mengira mendapatkan kehormatan ini, karena banyak rekan satu angkatannya yang sebenarnya jauh lebih pantas dibanding dirinya. Dari Si A yang kemarin saat wisuda UI di Balairung didaulat menjadi IPK tertinggi se-UI. Atau Si B yang menjadi mahasiswa berprestasi Fasilkom UI tahun ini bahkan menduduki peringkat 4 di tingkat UI. Atau rasanya orang-orang lebih ingin mendengar orasi si C yang dulu menjadi ketua BEM Fasilkom UI di masanya. Atau si D yang Abang Jakarta, si E yang juara ini juara itu, atau rekan-rekan wisudawan lainnya yang jauh lebih prestatif darinya. Namun apa daya, nasi pun sudah menjadi bubur, mari kita buat sekalian bubur ayamnya. Begitu kata Aa Gym. Continue reading

Maaf dan Terimakasih


Ya, hanya ingin mengucapkan maaf sebesar-besarnya untuk  semua yang pernah mampir di blog ‘meracau’ saya ini, karena sudah lamaaa sekali tak pernah diapdet lagi.

Untuk semua yang komentar, namun belum sempat terbalas..semua yang pertanyaan yang belum terjawab, untuk tampilan blog yang masih begitu-begitu saja, dan untuk yang (mungkin) menunggu postingan terbaru, namun masih terpapar tulisan-tulisan lama saja.. 😦

Dan terimakasih untuk semua apresiasi baik via email, sms, pertemanan di facebook dan twitter, bahkan langsung..Serta semua bentuk silaturrahim yang berawal dari blog ini..Semoga ada kebaikan dan manfaat dari tulisan-tulisan ala kadarnya ini, walaupun hanya sedikit.

Bersemangaaat! #gerakanMenulisLagi #pasangIkatKepala 😀

Image

Ahmad Laila


Ahmad Laila

Badr Interactive luncurkan Buku Interaktif – Ahmad Laila
“Indahnya Berbagi Saat Ramadhan”.

Aplikasi yang pas sekali untuk anak-anak, adik-adik kita, cara baru menanamkan nilai dan akhlak islami kepada mereka..
Super lucu, gambarnya bagus, suaranya lucu, dan kalo dipencet bisa gerak2 dan bunyi! Sayang saya blm punya anak #salahFokus

Silahkan unduh dari Google Play Store dgn keyword “Ahmad Laila”
atau di https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bi.ibook.ahmadlaila.ramadhan 🙂

 

NB : 

Unduh pula aplikasi islam gratis lainnya dari Badr Interactive disini https://play.google.com/store/apps/developer?id=Badr+Interactive

Video

Chating dengan YM “Kembali kepada Al Qur’an”


Another touching video dari Chating dengan YM dengan tema “Kembali kepada Al Qur’an”, lagi-lagi dan lagi-lagi diingatkan kembali tentang Al Qur’an.

Uda berjuta-juta kali kali ya kita dikasih tau, ngerti kalo itu bener, apal banget semua kebaikan-kebaikannya, faham betul deket sama Qur’an itu juga buat kita-kita juga, tapi selalu kita denial! Denial dengan semua kebaikan-kebaikan itu dan parahnya lagi kita denial dengan hati nurani kita sendiri.. T.T

Allahummarhamna bil Quran, waj’alhu lana imaamau wa nuurau wa hudaw wa rahmah.. Ya Allah, karuniakanlah kasih sayang-Mu dengan Al Qur’an. Jadikan Al Qur’an sebagai imam, cahaya, hidayah, dan sumber rahmat..

Doa di Penghujung Ramadhan


From amongst the signs of Laylatul-Qadar is that it is a calm night and the believer’s heart is delighted and at peace with it, and he becomes active in doing good actions, and the sun on the following morning rises clearly without any rays.

Postingan tumblr yang saya baca tadi tentang ciri-ciri malam Lailatul Qadar, mengingatkan saya akan malam dan pagi 27 Ramadhan kemarin. Entah pagi itu terasa damai sangat, pagi cerah sekali tidak seperti biasanya. Pulang perjalanan dari Elnusa juga sangat lancar, tidak sepadat biasanya. Hati ini tersentak,

Apakah benar kemarin turun malam yang disebut-sebut di Al Qur’an, lebih baik dari seribu bulan itu?

Semakin meyakini kebenaran firasat tersebut, membuat saya semakin gelisah. Mengingat-mengingat kembali yang terjadi semalam yang berjalan dengan tidak optimal. Badan yang kurang fit malam itu, ditambah acara dorong motor dua kali bersama Jay karena ban motor bocor dan kehabisan bensin. Sampai masjid Elnusa, rasanya ingin segera merebahkan diri saja, akhirnya tilawahpun dikebut-kebut agar bisa cepat istirahat. Bangun, mengikuti qiyamul lain juga tidak senikmat biasanya, bahkan baru menginjak raka’at ke-3 kaki sudah gemetaran. Memasuki raka’at ke-7, sudah ingin mundur teratur saja ke belakang, namun sayang sekali posisi tidak mendukung karena berada tepat ditengah shaf kedua dibelakang imam. QL pun dilanjutkan dengan berat hati dan yang paling parah di bagian muhasabah, akhirnya tak tertahankan lagi, fiks, saya terlelap saat itu bahkan hingga jam empat lewat lima belas menit. Beruntung ada jama’ah yang membangunkan untuk makan sahur. Sesampai di rumah, kepala semakin berat dan ending-nya pun tertebak, badan ini pun merebah kembali hingga menjelang siang..

Benarkah malam Lailatul Qadar itu sudah terlewat?

Tidak ada yang tahu pasti jelas. Yang jelas, malam itu sama sekali tidak ada hal bisa dibanggakan. Yang tersisa hanya penyesalan dan penyesalan tak terhingga, karena belum tentu Allah masih berikan kesempatan memburunya kembali di tahun-tahun mendatang.

Namun, syukur alhamdulillah, dapat menemukan artikel ini dari seorang saudara, tentang pinta yang tulus dan sederhana. Maka, di sisa detik-detik Ramadhan-Mu ini ya Allah, pinta hamba sederhana,

“Allah, tentang segala pinta itu, berlipatnya pahala, rahmat, ampunan dari Mu, atau bahkan Lailatul Qadar sekalipun..lupakan saja ya Allah. Cukup ridho-Mu saja atas semua ibadah hamba dan dua hari tersisa yang akan hamba jalani kedepan. Ya, Engkau ridho saja itu sudah lebih dari cukup.”

NB : Mari para i’tikaf-ers amatiran seperti saya atau yang gak i’tikaf pun, mari menjemput ridho Allah di masjid, di rumah, di kereta, di bus, dimanapun kita berada. Mari nikmati detik-detik sajian akhir Ramadhan yang Allah berikan kepada kita! 🙂


Tak henti-hentinya tergetar melihat video rekaman acara Chating dengan YM bersama Ust. Yusuf Mansur bertema “Anak Investasi Akhirat”.

Buat yang gak males buffering sampe habis, minimal lihat tiga menit pertama ketika Habib baca ayat super jleb, surat Al Mu’minuun 1-11. Dengerin baek-baek, sambil baca artinya dibagian bawahnya. Syarat jadi seorang mu’min, the true believers, orang bener, yang dijamin syurga Firdaus sama Allah. Uda sering denger tapi tetep aja nampol kalau direnungkan dan direfleksikan dengan diri kita sendiri..

1. Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,

2. (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya,

3. dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna,

4. dan orang-orang yang menunaikan zakat,

5. dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,

6. kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.

7. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

8. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya)dan janjinya.

9. dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya.

10.Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi,

11.(yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.

Allah… T.T

I Love You So


“I pray to God
With my heart, soul and body
Every single day of my life
With every breath I solemnly promise
To try to live my life for YOU
O Allah, you did revive my soul
And shone Your light into my heart
So pleasing you is now my only goal
Oh I love you so
I love you so”
(I love You So – Maher Zain)

Bergidik hati saya tiap kali mendengar lagu ini. Bukan, bukan karena suara merdu Maher Zain yang menenangkan, bukan pula tentang senandung melodi indah dibalik lantunan suaranya, namun makna dibalik syairnya. Apalagi ketika masuk di bagian refrain dari lagu ini.  Continue reading