Kejadian Mantap Akhir-Akhir ini !

Setelah hampir dua bulan sok sibuk sehingga tidak menyapa teman-teman lagi, banyak banget cerita yang pengen dibagi. Banyak hal yang lagi-lagi bikin saya senyum-senyum sendiri -gak cuma karena benda-benda ini – dan serunya lagi ada yang bikin saya meneteskan air mata ! yeah ! Kalau tertarik, silahkan tetap stay tuned di postingan yang sama ! :)

1. Akhirnya sudah punya laptop baru !

477-422-hp compaq 510 [800x600]

Ya, sampai sekarang saya masih suka gak percaya kok bisa makhluk ini muncul di kamar saya. Padahal hasil ngajar tiap bulan cuma berapa dan selalu habis buat makan dan ngasih makan istri saya yang namanya D***** (amin!).

Siapa lagi nih kalau bukan kerjaannya Allah ? Semakin yakin atas kekuatan Nya yang luar biasa..

Namanya..mmm..karena item pol enaknya dinamain apa ya ? ‘Blacky’ uda jadi hak paten panggilan motor Grand ‘92 hitam kesayangan saya. Kalau ‘BlackBlack’ uda jadi hak milik kompie si Puspa.

Item..biar disayang banyak orang..Oiya, namanya sudah ditemukan ! Insya Allah namanya “Hajar Aswad” ! Yeah ! Oke Jar ?!? Ya, insya Allah kita akan menjadi sparring partner yang mantap sampe “sparring partner” yang beneran dateng. :D

2.Pengalaman bolos kuliah sekaligus gak ngumpulin tugas dan bolos kuis !

Untuk pertama kalinya saya bolos kuliah dengan alasan ada kepanitiaan. Kalau buat aksi sih uda lumayan sering tapi ini karena kepanitiaan, dahsyatnya lagi pas lagi ada deadline tugas dan ada kuis !

Siang itu ada acara Grand Launching Pemilihan Raya (PEMIRA) UI, ya semacam Pemilu-nya UI. Sebenarnya uda diukur-ukur gak bakal bolos karena acaranya di-design dari jam 13.00 sampai jam 15.30. Eh, ternyata baru dimulai sekitar jam 13.40 karena perwakilan dari rektorat baru bisa datang jam segitu. Walhasil, gak sempetlah ikut kuliah.

Selesai acara, evaluasi, saya baru sholat asar. Saya menangis. Entah kenapa, saya bingung.

Apakah ini yang namanya pengorbanan ? Pengorbanan yang harus mengorbankan amanah orang tua ?

Ini memang bukan sekedar kepanitiaan, ini adalah perjuangan, ini adalah amanah dari Allah.. Tidak, tapi saya masih bisa ikhtiar. Ikhtiar minta kuis susulan. Ya, usaha dulu, insya Allah semua ini adalah yang terbaik dari Allah. Dan besoknya tau gak apa yang terjadi setelah saya ketemu si ibu dosen ? Ya, dengan ajaibnya tugas susulan saya diterima dan beliau bilang akan ada kuis susulan! Padahal seumur-umur kuliah di Fasilkom gak ada ceritanya ada kuis susulan. Ya, walau dikurangi lima persen tapi tetep saja ini sangat keren ! Lagi hanya bisa mengucapkan syukur tiada tara kepadanya.. :)

3.Cerita mentee yang kocak !

Seperti biasa bada Jum’at saya mengisi sebuah mentoring kecil. Alhamdulillah, dari empat orang, tiga orang hadir dan satu orang izin sudah ada janji main futsal.

Kali ini saya mengangkat tema tentang komitmen dalam beragama dan kebetulan tadi disinggung-singgung sama Pak Khotib. hehe, jadilah saya lempar pertanyaan begini. “Hmm..bagaimana menurut kalian tentang cewek yang baik banget, rajin sholatnya, tapi dia gak berjilbab ? Argumen dia sih katanya mendingan dia daripada berjilbab tapi begajulan kagak sholat, kagak ngaji, suka nyontek..Nah lo, gimana ?”

Satu orang bilang, “Gak setuju kak, karena berjilbab adalah perintah Allah !” Dalam hati saya, “Bagus-bagus, gak percuma ngaji setengah tahun sama saya..” hehe.

Satu lagi lebih mantap, “Kak, kita kalau menganut agama Islam harus kafaah atau menyeluruh ! Jadi tidak bisa dibenarkan alasan seperti itu, rajin sholat iya, baek iya, tapi jilbab juga iya !” Dalam hati pun saya menimpali, “Ini baru mentee gue..” :)

Tapi perhatikan jawaban mentee saya yang satu ini ! “Kalau saya sih kak gak setuju dengan cewek yang tidak berjilbab.. karena…karenaaaa saya SUKA CEWEK YANG BERJILBAB.”

Gubrak ! Bukan karena apa-apa, hanya karena dia suka cewek yang berjilbab. Kontan semua peserta mentoring tidak terkecuali mentornya terkekeh sampai mules. Subhanallah..terimakasih ya Allah telah mempertemukan saya dengan mentoring unik seperti ini ! Makanya buat yang belum punya binaan apalagi yang belum mentoring mah, gak gaul ! :P

Ya, semoga bermanfaat dan bisa memacu semangat buat ngeblog lagi ! Yeah ! :)

Komentar (16)

Hati-hati dengan Prasangka..

Capek cerita Saipul, cerita diri sendiri aja ya..

Kemarin, selesai saya ikut Kajian Belajar Bahasa Arab gratisan di masjid dekat rumah Fajar, saya pun bergegas pergi ke tempat parkir motor. Buat ngambil apa hayo ? Buat ngambil gentong. Ya nggak lah ! Ngambil motor atuh.. :D

Seperti biasa pasti ada acara bayar duit parkir. Ngerogoh saku di jaket muncul uang dua puluh ribuan, sepuluh ribuan, ma lima ribuan. Pikir saya, kalau pake uang dua puluh, takut orangnya gak ada kembalian. Akhirnya entah kenapa akhirnya saya milih uang sepuluh ribu, kalau gak salah inget sih pengen mecah uang gitu buat beli makan abis itu.

Sesampai di depan Pak Parkir, saya ngasih uang sepuluh ribu itu. “Ada kembalinya gak Pak kira-kira ?”

Bapak itu diam saja, dengan tangan sedang sibuk ngerogoh saku-sakunya. Melihat beliau agak kesulitan, saya langsung mengambil uang limaribuan saya. “Yaudah Pak, ini saya ada lima ribuan biar lebih gampang..” Si Bapak pun dengan ekspresi yang sama menukar uang sepuluh ribuan tadi dengan lima ribuan saya.

Eh, iseng-iseng tangan masuk ke saku, ketemu uang seribu ternyata. Langsung aja tanpa banyak cincong saya kasih ke si Bapak. “Oh maaf pak, ternyata ada seribuannya.”

Tak disangka tak dinyana si Bapak langsung nyemprot saya. “Dasar lo, lo mau coba-coba pake uang gedhe supaya gak ada kembalinya gitu ? SUPAYA GRATIS GITU ?!?” Dengan nada cukup tinggi. Sayapun terdiam, kaget. Si Bapak lalu ngacir dengan ngomel-ngomel.

Astaghfirullah.. Saya berusaha nahan emosi sambil terus beristighfar. Saya pun berusaha merunut kembali setiap niatan saya, apakah benar tuduhan Bapak tadi. Jantung saya berdegup kencang, niatan itu memang sempat muncul sekelebat diawal namun saya yakin disaat terakhir saya yakin sama sekali tidak ada niatan itu. Ampuni hambamu ini ya Allah bila hati ini lancang akan kuasa-Mu..

Mungkin hikmah yang dapat diambil, ternyata dapat prasangka buruk itu gak enak. Banget. Saya gak bayangin artis-artis di tipi yang uda bukan cuma prasangka lagi, gosip, bahkan fitnah pun sudah banyak mereka jabanin. Entah bagaimana perasaan mereka. Mengerikan pasti.

Omong-omong prasangka buruk, saya jadi inget kondisi di UI sekarang yang sudah cukup gawat. Hubungan rektorat dan teman-teman lembaga sudah sangat tidak akur. Diluar semua yang dilakukan rektorat, saya masih sangat yakin bahwasanya Bapak Ibu kita disana bukanlah seperti Mischa, tokoh paling antagonis dalam sinetron Cinta Fitri –ups, ketauan ! :) –  Terakhir ngelihat status Bu Kasiyah, dosen Fasilkom yang merangkap sebagai Mahalum UI di facebook.

“Fasilkom tempatku yang sesungguhnya, tunggulah aku akan kembali sepenuhnya. Aku rindu dengan sangka baik,ketulusan, sapaan mesra, dan segelas teh manis yang panasnya pas dan manisnya juga pas.(on Friday)

Lembut sekali perasaan beliau. Terharu. Saya yakin mereka sebenarnya punya itikad yang baik untuk mahasiswa, UI kedepan. Sering kali saya berfikir, kita di lembaga kemahasiswaan sering punya prasangka buruk walaupun juga memiliki tujuan yang sama baiknya.

Sangka baik, i’tikad baik. Andai itu dapat dilakukan semua orang di dunia ini, benar kata Pak Heru, dosen saya, pasti kejadian bom di JW Marriot atau Ritz Carlton tidak akan terjadi. Wallahu a’lam.

Komentar (15)

Pemimpin itu..

Lagi-lagi pengen cerita tentang Saipul, seorang mahasiswa Fasilkom yang masih belum dapat diidentifikasi asal usulnya -ikut-ikutan mbak Asri-, yang pasti gak ada hubungan darah dengan Om Noordin M Top. :)

Entah kenapa akhir-akhir ini Saipul sering gundah. Ia sering terganggu dengan beberapa perkataan temannya, “Denger-denger ente bakal nyalon jadi Ketua BEM Fasilkom ya Pul ?” Bukan hanya satu orang, tapi cukup banyak. Waktu ia pulang kampung pun, ia bertemu dengan temannya yang baru saja dapat amanah jadi ketua BEM. “Ntar kamu di UI juga, saya tunggu.”

Dan muncul chatting room di ruang otak Saipul.

“Emang gitu ya, kita harus jadi pemimpin ?” “Eh..bentar-bentar, bukannya kata Rasulullah kita tu gak boleh minta jabatan bukannya berarti kita kagak boleh ngarep ma yang namanya jabatan ya?” “Tapi..tapi..”

Beruntunglah sebelum Saipul mulai gila, dia ikut suatu kajian kemarin, yang ngisi Ustadz Anis Matta, anggota DPR yang merangkap juga jadi Sekjen Partai PPKA (Partai Pojok Kanan Atas) –red:nama partai sengaja disamarkan, karena sama sekali tidak ada tendensi politik disini-

Pada saat itu muncul pertanyaan yang mirip-mirip dengan hal yang dipikirkan Saipul. Pak Anis Matta pun terhenyak sejenak. Akhirnya beliau angkat bicara, kurang lebih seperti ini.

“Ikhwah(red:saudara), ada satu buah doktrin kepemimpinanan yang saya fahami. Terserah antum mau sepakat atau tidak. Kepemimpinan adalah kapasitas yang bertemu dengan peluang. Tidak lebih. Seorang yang berkapasitas ditemukan Allah dengan peluang itu, yang sering kita terjemahkan mendapat amanah untuk memanggul tugas itu.”

“Sesungguhnya, tugas kita sebagai seorang muslim hanyalah untuk terus meningkatkan kapasitas kita. Kapasitas ibadah kita, kapasitas keilmuan kita, untuk menjadi pemimpin, bila antum memang ditakdir kan untuk itu, niscaya peluang itu tidak akan lari kemana-mana. Bukan tugas kita untuk meminta termasuk mengharapkannya juga, namun bila kita diamanahkan maka laksanakanlah se-sempurna mungkin !”

“Adalah hal yang wajar bila kita menginginkan jabatan, kekuasaan tertentu, karena memang itu keniscayaan kita sebagai manusia. Namun bila kita berfikir kembali, untuk apa sih kita mau repot-repot, bersusah-susah jika kita bisa hidup lebih damai dan bahagia tanpa amanah itu ?”

“Saya sering bercanda dengan saudara-saudara saya di DPR, yang gara-gara kasus KPU salah hitung menyebabkan jumlah kursi mereka pun jadi simpang siur sehingga ada yang kebingungan bahkan cenderung resah akan hal itu. Dan saya pun berkata, ‘Ikhwah, kalem aja mah..Sebenernya list anggota DPR untuk tahun 2009-2014 itu sudah tertulis di kitab Lauful Mahfudz sejak ribuan tahun yang lalu, jadi antum gak perlu khawatir dan ribut karena emang sudah ditentukan ma Allah dari dulu..’”

Hati Saipul pun jadi adem..Ternyata emang yang dipikirkan selama ini sebenarnya tidak patut untuk difikirkan. Tugasnya, hanya untuk terus berkembang, meningkatkan kapasitasnya lagi.. Fasilkom mah uda berat kuliahnya ngapain mikir kemana-mana, emang tak gendong ? :D

Dan semua lamunannya pun terbuyar namun muncul seuntai kalimat lagi dari otaknya,

“Andai semua pemimpin di Indonesia seperti itu..Amin ya Allah..”

NB: Insya Allah semua sudah cukup dewasa untuk mengartikan tulisan diatas, bila ada unsur kesamaan tokoh, tempat, kejadian, apalagi partai tertentu, insya Allah semua dituliskan dengan niat agar semua yang membaca dapat mengambil manfaat..

Komentar (8)

Ngeributin anggapan orang ?! Cape deh..

“Jadi siapakah yang memindahkan singgasana Nabi Sulaiman tidak lebih dari sekedipan mata, dewan juri ?” tanya MC lomba cerdas tangkas agama Islam di asrama suatu perguruan tinggi ternama di Depok.

“Ya, jawabannya belum ada yang tepat, yang benar adalah orang yang berilmu.” Begitu kurang lebih jawaban Saipul ketika menjadi dewan juri di acara tersebut.

Ternyata, salah seorang peserta ikhwan tidak terima.

“Maaf kakak dewan juri, kalau jawaban seperti itu kami tidak dapat menerima. Kami butuh namanya, karena saya pernah membaca pada tafsir lalala disebutkan lalala…”, jawaban salah seorang peserta ikhwan dengan lantang. Jantung Saipul saat itu berdegup dan kembali melihat pada kunci jawaban yang diberikan panitia dan jawabannya memang itu, hanya orang yang berilmu. Titik.

Itu hanya satu dari sekian banyak pertanyaan yang sempat membuat Saipul dan seorang juri lainnya hanya bisa mengangkat alis alias kebingungan. Ya, mau bagaimana lagi yang ditanya sama sekali tidak lebih tahu dari yang bertanya. Saipul merasa malu, karena dengan kapasitas ia sebagai juri seharusnya ia bisa memberikan penjelasan, tapi ya apa mau dikata ia memang tidak tahu, dari pada mati gaya karena sotoy, ia memilih diam. Seketika ia merasa harga dirinya jatuh, image seorang ikhwan yang selama ini melekat pada dirinya serasa runtuh seketika. Ia takut pandangan orang tentang dirinya jadi turun..

Beruntung ia segera sadar. Ia ingat pernah membaca suatu tausiyah singkat Aa’ Gym dari sebuah blog,

ANGGAPAN ORANG LAIN ITU SAMA SEKALI TIDAK MENAMBAH MAUPUN MENGURANGI KEMULIAAN KITA

Kalo orang nganggep kita alim, emang kita tambah alim gitu ? belum tentu juga amalan kita diterima..

Kalo orang nganggep kita pinter, emang kepinteran kita nambah yak ?

Pun kalo kita dianggep bodoh, IQ kite tetep segitu-gitu aja kan kagak berkurang ?

Kalo kita dianggep kaya, miskin, ganteng, bodong, mantap, apapun lah ya..kagak ada ngaruh-ngaruhnya kan ma kite ?

Cihui ! Dan akhirnya dia lebih tenang dan melanjutkan tugasnya kembali. Setidaknya untuk beberapa hal yang memang dia benar-benar tidak tahu dia dengan lantang menjawab, “Tidak tahu namun dalam kunci jawaban dari panitia…” Dia sudah tidak malu lagi mengungkapkan hal itu karena dia yakin anggapan Allah terhadap dia pas dihisab jauh lebih pantes dipikirin daripada cuma kelihatan sok ganteng atau sok alim bentar doang..

Alhamdulillah…Saipul pun sadar. Lalu kamu Big ? :D

Komentar (17)

Just remember what your simply favourite things !

Terlalu banyak alasan yang bisa membuat kita bersedih, bête, nangis sampai berguling-guling, iya gak sih ? Termasuk saya. Tapi ternyata juga banyak lho hal yang bias membuat kita tersenyum, ya, setidaknya saat kita sedang ngerasa tidak begitu baiik, itu sangat membantu ! :)

Ya, kapan hari saya nemu postingan salah satu senior mantap di UI, Mbak Heggy. Beliau anak Psikologi. Satu tips praktis kata beliau, Just remember what your simply favourite things ! Langsung saya berfikir, apa yang bisa membuat saya bergairah, senyum-senyum sendiri, jadi lincah gak karuan ?

Hmm..saya suka bubur ayam, walaupun saya ga demen karena uda tau rasanya begitu-begitu aja tapi masih suka beli –bukannya itu yang namanya demen ya ? :) – , suka liat Jupiter-nya Topan apalagi kalo lagi jejer ma Mio-nya Maya (piss..pan no offense, tapi ane bener2 seneng ngeliatnya, lucu ! :) ) , komputer lab dan belom ada yang login, lontong balap Peneleh yang pedes, seperangkat alat syuro siap pakai, jaket dua delapannya Apid, keluarga ikhwah yang lagi jalan-jalan ma anaknya yang minta ditampol, laptop sejuta umat dengan password mataharipagi, karcis kereta ekonomi dengan jatah tempat duduk, jaket forkat, gazebo asrama, kornet dan selada yang ‘dikempit’ roti tawar yang dulu jadi kado ulang tahun saya kelas 4 SD pas pengen banget burger, denger arif atau rully tilawah,  sekretariat OSIS Smala (minus ruangan MPK yang berhantu), Uswah, slayer PERISAI, bola voli, sekre, orang jual mainan bocah, blog saya(lho!), hijau, tas butut hitam kesayangan, dan tidur di kelas. (ups!)

Yah, maaf bila banyak ‘bahasa lokal’  disana yang banyak tidak difahami, itu contohnya kalau saya yang membuat list barang fave kita. Setidaknya, when I feeling sad, I simply remember my fave things. And then I don’t feel so bad. :)

Selamat mencoba ! :mrgreen:

Komentar (11)

Mimpi Horor

Hari itu tampak sangat gelap. Settingnya seperti di dalam hutan, lalu banyak orang berlarian disekeliling saya membawa semacam kayu bakar. Setiap orang yang melewati saya meneriaki saya,

“Antum lemah akhi, lemah ! Bangun, ajal antum sudah dekat !”

Yeah, kurang lebih seperti itu lah yang saya ingat sampai detik ini. Dan saya bangun sekitar pukul 22.30, Sabtu kemarin. Kebetulan memang badan saya saat itu sedang tidak bisa diajak kompromi. Penyakit murahan sih, demam, pilek, batuk, sampai linu-linu seluruh badan. Saya hanya bisa beristighfar dan membaca doa lalu berusaha tidur lagi. Dan hasilnya setiap sejam saya pun terbangun dengan skenario mimpi yang hampir sama, hal itu berulang hingga jam setengah 2. Saat itu saya tidak memutuskan untuk tidur lagi, saya duduk termenung. Teringat mimpi horor yang pernah saya alami dulu, malah yang dulu lebih nampol karena pas malam hari kelahiran saya, tapi kapan-kapan aja ceritanya biar gak kepanjangan, itupun kalau teman-teman berkenan..

Lanjut ! Tiba-tiba teringat Ardit juga, teman di Fasilkom angkatan 2007, yang Kamis minggu lalu dipanggil oleh Allah, padahal beliau tidak punya riwayat penyakit berat sama sekali. Sayapun berfikir, apakah ini waktuku ??

Sayapun memaksakan diri untuk bangun mengambil air wudhu dan menunaikan sholat malam. 2 rakaat pertama saya paksakan berdiri namun sangat berat, akhirnya rakaat-rakaat selanjutnya saya sambung dengan duduk. Setelah 8 rakaat saya pun duduk bersimpuh memohon ampun pada Allah. Rasaya sudah tinggal sejengkal lagi menuju alam itu. Jadi teringat dengan utang-utang yang belum terbayar dan buku-buku pinjeman yang belom dibalikin. Mau bikin surat wasiat tapi gak yakin cukup kuat berjalan menuju tas yang ada di ruang tamu. Saya tertunduk lemah dan memperbanyak syahadat sambil menahan rasa sakit kepala yang cukup merepotkan. Kemudian saya tidak ingat lagi dan sekitar pukul setengah 5 teman saya Nugroho membangunkan saya untuk sholat Subuh.

Sekarang ?!? Memang belum sembuh sepenuhnya, masih agak ‘gliyeng’ –saya tidak tau bahasa Indonesianya apa-, lidah rasanya pahit makan apa saja, dan masih sedikit batuk tapi ada hikmah mantap yang bisa diraih, saya jadi memiliki semangat hidup yang lebih membara dari sebelumnya ! Uhuy ! :)

Rasanya ingin bertanya lagi pada diri sendiri,

“Sudah saya siap mati hari ini ?”

Komentar (6)

Surabaya Kota Pahlawan yang Gak Pernah Adem*

Selasa tanggal 7 Juli kemarin saya pulang ke Surabaya. Sebenarnya tidak berminat pulang namun karena tugas mencontreng menunggu untuk ditunaikan, yap, mau gak mau harus go back ke Surabaya.

Surabaya kota pahlawan yang gak pernah adem (baca:dingin), kalau temen-temen bilang siang di Depok itu uda panas setengah mati, berarti belum pada pernah ke Surabaya. Ya, kalau saya boleh bilang jam 12 nya Depok itu masih sekitar jam 8-9 nya Surabaya. Gak mbayangin kan kalau sudah jam 12 ? Brrrr…

Ya, praktis saya sering di rumah dengan aktivitas gak jelas. Selain ke masjid tiap adzan sisa waktu saya sangat tentatif, beda banget dengan di Depok. Tapi saya bersyukur jadi bisa ngerasain lihat tipi dari lebih banyak. Saya lihat acara Inbox – nya SCTV, jadi ngerti lagunya anak jaman sekarang seperti apa. Agak kecewa ketika melihat ada grup band yang terdiri para musisi hebat dulunya menurut saya, ada Nugie, Pongky Jikustik, Baim Ada Band, dan Ario bergabung. “Kayak mantap nih lagunya” batin saya. Ya, begini-begini dulu sempat jadi pengamat musik juga. :)

Rasa curious yang luar biasa menurun drastis ketika syair reff nya bunyinya,

“Papa gak pulang…beybeh..Papa gak bawa uang..beybeh..”.

What ?!! Ya,cukup sekian dan terimakasih. Weleh..weleh..

Tidak terlalu menghebohkan liburan saya kali ini, relatif tidak ada kerjaan berarti setelah mencotreng, namun ada yang cukup berkesan. Hari Kamis saya memutuskan untuk keluar rumah buat ikut liqo (baca:tempat ngaji) nya teman-teman seperjuangan SMA saya yang di OSIS. Saya merasa iri merasakan kehangatan liqo tersebut walaupun yang datang hanya dua orang plus saya anggota illegal jadi tiga, dengan mentor yang luar biasa bernama Mas Luqman, beliau berhasil membuat imajinasi kami ngalor ngidul dengan materi yang dibawakannya diakhir sesi ada semacam sesi curhat gaya bebas. Ya, ternyata disana jadi ajang curcol kami.

Teman saya yang pertama, namanya Rio, dulu mantan Wakil ketua II OSIS SMA Negeri 5 Surabaya. Ya, beliau menceritakan dengan sangat mantab kesibukan akhir-akhir ini menjadi koordinator penggerak dana Uswah Student Center, sebuah LSM yang membina mentoring untuk remaja-remaja SMP dan SMA, menceritakan setiap mentee(baca:binaan) nya dengan sangat antusias, sampai beliau sekarang yang sedang dicalonkan menjadi Ketua BEM di Fakultasnya. Subhanallah !

Satu lagi makhluk yang tidak kalah mantab bernama Dalu, beliau dulu mantan ketua OSIS saya di SMA Negeri 5 juga. Beliau tak kalah fenomenalnya, menjadi ketua angkatan di angkatannya. Amanah terbarunya menjadi Kahima atau Ketua Himpunan Mahasiswa Elektro ITS. Kalau di Fasilkom setara dengan Ketua BEM Fasilkom kali. Beliau cerita bagaimana beliau mencoba menegakkan budaya disiplin disana dan mengkondisikan suasana yang lebih islami ditengah anak ITS yang suka ngerokok dan sangat moderat. Beliau juga cerita tentang pekerjaan terbarunya menjadi sebuah supervisor sebuah proyek. Terakhir beliau menceritakan tentang binaannya yang salah satunya sekarang sedang di training untuk mengikuti Olimpiade Astronomi tingkat Internasional ! Cihuy ! Dahsyat nya lagi, kata temen saya ini, binaannya tersebut lagi bingung ternyata sekarang dia lagi dilema karena ternyata beberapa hari yang lalu binaannya diumumkan juga lolos Olimpiade Fisika tingkat nasional ! Busseet…”Lha kok bisa dek dobel begitu ?” tanya temen saya. “Habis mas kemaren nunggu pengumuman yang astronomi lama, waktu liburnya iseng-iseng takbuat belajar fisika dikit-dikit..” Yeah, saya cuma bisa geleng-geleng kepala tidak cuma dengan si bocah tersebut melainkan dengan teman saya yang bisa memotivasi terus binaannya ini, tidak hanya berakhlak baik namun juga berprestasi, karena dulunya temen saya ini juga anak Olimpiade Fisika. Mantap jaya ! :)

Dan ketika giliran saya, “Silahkan antum akh Big, bisa cerita ngapain aja disana ? Terus rencana liburan disini gimana ?”

Toeeeng..connection lost, not responding……Hoho, dan saya hanya tersipu malu sambil menjawab, “Saya gak ngapa-ngapain mas disana, disini juga nganggur mas..”

Mantap jaya memang teman-teman saya disana, jadi malu sama sekali tidak ada perubahan berarti dengan diri saya. Padahal sudah 4/8 yak, iya kalo 8 semester..Weleh..weleh..

Tidak ada kata terlambat untuk berubah insya Allah. Ngerasa uda cukup sibuk? Nih rasain penutup yang saya kutip saat sesi tadabur pada liqo kemarin.

Katakanlah : ‘Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya ?’ ‘Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.’ ”

(QS Al Kahfi 103-104)

Komentar (14)

Kejadian asik dengan maba

Tadi pagi, saya lagi-lagi mengurusi registrasi mahasiswa baru. Namun, alhamdulillah karena sekarang di Kesma BEM UI, jadi tempat kerjanya sekarang naik pangkat di gedung Pelayanan Mahasiswa Terpadu alias PPMT dekat rektorat UI. Banyak kejadian asik buat saya, semoga buat temen-temen juga.

Karena sistem pembayaran dan registrasi mahasiswa baru sekarang sudah gaya alias serba online, jadilah saya sebagai guide mereka dalam proses registrasi. Ada seorang mbak-mbak berjilbab –kok mbak mulu ya ? ya biar heboh dikit :) – yang minta dipandu jadilah saya korbannya.

Si mbak –atau adek?- seperti biasa harus login memakai nomor pokok mahasiswa dan passwordnya. Kemudian muncul layout tentang BOP yang panjang kali lebar dan sayapun mulai bercerita dari anu-anu sampai itu-itu. Setalah saya rasa cukup panjang eh..maksudnya cukup jelas, “Jadi, mau memilih mekanisme pembayaran yang mana dek ?” “BOP berkeadilan kak.” Jawab dia singkat.

“Ya uda, sekarang  silahkan di klik link yang itu.” timpal saya. “Yang mana kak ?” tanyanya. Akhirnya tangan saya pun bergerak menuju mouse, namun ternyata saudara-saudara tangan adek itupun sama-sama menuju kearah mouse dan…

Nyeeeeess ! Terjadilah tabrakan yang tidak dapat dielakkan. Untungnya syaraf reflek kami masih dapat bekerja dengan sangat baik dan langsung menyembunyikan tangan kami masing-masing. Dan…sayapun hanya bisa beristighfar dan berkata dalam hati, “Ya Allah..ampun ya Allah..serius kagak sengaja ya Allah..”

Pyuh ! Setelah agak tenang saya pun melanjutkan instruksi dengan tangan yang sedikit lebih ‘anteng’ dan pergerakan sayapun tidak selincah sebelumnya. Setelah selesai, mbak itupun ngacir tapi masih sempet-sempetnya ngomong, “Terimakasih kak, assalamu’alaykum..”

Bener-bener nih..Inilah salah satu gawatnya kalau bermain di ranah publik seperti ini. Untung alarm saya masih berfungsi dengan baik, masih ngerasa dosa kalo ada ‘tabrakan’ macem itu. Dipegang ibu aja kadang suka risih gimana gitu, apalagi ma bukan siapa-siapa, wah…mengerikan.  Hayo, ada yang mulai hilang alarm nya ? Semoga tidak karena memang jaman sekarang semua sudah serba terlihat biasa, serem banget lho kalo kebablasan ! :)

Kembali ke PPMT, banyak kejadian lucu plus aneh. Banyak pertanyaan atau ungkapan dari mahasiswa maupun orang tua yang macem-macem. Alhamdulillah, karena kemarin ikut rapat, jadi dah lancar jaya. Mulai bagaimana transfernya, cara konfirmasi status BOP, sampai hal seperti pendaftaran asrama pun dapat saya jelaskan dengan baik. Eits, saat uda mulai sombong, ada bocah datang.

“Selamat siang dek, ada yang bisa dibantu ?” tanya saya ramah. “Anu mas..anu..”, si adek belum selesai menjawab langsung saya potong, “Tentang BOP, asrama, BKM, atau apa dek ?”

“Itu mas, toiletnya sebelah mana ya ?” tanya dia polos.

Cihuy ! Dan saya panik. Saya diam sejenak, berpikir, compiling dan…exception ! –jiaah, uda kayak program aja :) – Tidak ada dalam kamus saya kata toilet karena seumur hidup saya belum pernah ke toilet PPMT ! Saya pun berlari-lari panik mengitari gedung kecil bernama PPMT dan untungnya berakhir happy ending alias toiletnya ketemu. :)

Hikmah kedua, jangan suka sombong even kita sudah cukup expert karena kita sangat mungkin terjadi hal memalukan seperti saya diatas. Gak mau kan ? :-)

Well, maaf posting begini. Sedang melankolis dan sudah bertekad tidak akan mengeluh (lagi) sedikitpun di media ini.

Yap, seperti kata seseorang, “mari bersenang senang kembali…!!” :mrgreen:

<!–[if !mso]> <! st1\:*{behavior:url(#ieooui) } –>

Tadi pagi, saya lagi-lagi mengurusi registrasi mahasiswa baru. Namun, Alhamdulillah karena sekarang di Kesma BEM UI, jadi tempat kerjanya sekarang naik pangkat di gedung Pelayanan Mahasiswa Terpadu alias PPMT dekat rektorat UI. Banyak kejadian asik buat saya, semoga buat temen-temen juga.

Karena system pembayaran dan registrasi mahasiswa baru sekarang sudah gaya alias serba online, jadilah saya sebagai guide mereka dalam proses registrasi. Ada seorang mbak-mbak berjilbab –kok mbak mulu ya ? ya biar heboh dikit :) – yang minta dipandu jadilah saya korbannya.

Si mbak –atau adek?-seperti biasa harus login memakai npm dan passwordnya. Kemudian muncul layout tentang BOP yang panjang kali lebar dan sayapun mulai bercerita dari anu-anu sampai itu-itu. Setalah saya rasa cukup panjang eh..maksudnya cukup jelas, “Jadi, mau memilih mekanisme pembayaran yang mana dek ?” “BOP berkeadilan kak.” Jawab dia dengan cukup tegas.

“Ya uda, sekarang silahkan di klik link yang itu.” timpal saya. “Yang mana kak ?” tanyanya. Akhirnya tangan saya pun bergerak menuju mouse, namun ternyata saudara-saudara tangan adek itupun sama-sama menuju kearah mouse dan…

Nyeeeeess ! Terjadilah tabrakan yang tidak dapat dielakkan. Untungnya syaraf reflek kami bekerja dengan sangat baik dan langsung menyembunyikan tangan kami masing-masing. Dan…sayapun hanya bisa beristighfar dan berkata dalam hati, “Ya Allah..ampun ya Allah..serius kagak sengaja ya Allah..”

Pyuh ! Setelah agak tenang saya pun melanjutkan instruksi dengan tangan yang sedikit lebih ‘anteng’ dan pergerakan sayapun tidak selincah sebelumnya. Setelah selesai, mbak itupun ngacir tapi masih sempet-sempetnya ngomong, “Terimakasih kak, assalamu’alaykum..”

Bener-bener nih..Inilah salah satu gawatnya kalau bermain di ranah publik seperti ini. Untung alarm saya masih berfungsi dengan baik, masih ngerasa dosa kalo ada ‘tabrakan’ macem itu. Dipegang ibu aja kadang suka risih gimana gitu, apalagi ma bukan siapa-siapa, wah…mengerikan. :) Hayo, ada yang mulai hilang alarm nya ? Semoga tidak karena memang jaman sekarang semua sudah serba terlihat biasa, serem banget lho kalo kebablasan !

Kembali ke PPMT, banyak kejadian lucu plus aneh. Banyak pertanyaan atau ungkapan dari mahasiswa maupun orang tua yang macem-macem. Alhamdulillah, karena kemarin ikut rapat, jadi dah lancar jaya. Mulai bagaimana transfernya, cara konfirmasi status BOP, sampai hal seperti pendaftaran asrama pun dapat saya jelaskan dengan baik. Eits, saat uda mulai sombong, ada bocah datang.

“Selamat siang dek, ada yang bisa dibantu ?” tanya saya ramah. “Anu mas..anu..”, si adek belum selesai menjawab langsung saya potong, “Tentang BOP, asrama, BKM, atau apa dek ?”

“Itu mas, toiletnya sebelah mana ya ?” tanya dia polos.

Cihuy ! Dan saya panik. Saya diam sejenak, berpikir, compiling dan…exception ! –jiaah, uda kayak program aja :) – Tidak ada dalam kamus saya kata toilet karena seumur hidup saya belum pernah ke toilet PPMT ! Saya pun berlari-lari panik mengitari gedung kecil bernama PPMT dan untungnya berkahir happy ending alias toiletnya ketemu. :)

Hikmah kedua, jangan suka sombong even kita sudah cukup expert karena kita sangat mungkin terjadi hal memalukan seperti saya diatas. Gak mau kan ? :-)

Komentar (18)

Sohib ?!?

Suatu sore, saya lagi ngebonceng teman saya, tentu saja dengan si blacky, motor kesayangan saya.

“Ane boncengin sampe mana nih man ?” Teman saya menjawab, “Seikhlasnya ente aja Big, semakin dekat ma tempat angkotnya sih lebih baek, biar ane gak capek-capek jalan, hehe..”

Saya ingat sepuluh menit lagi saya ada rapat bareng BPH BEM UI, so saya bilang sama temen saya, “Waduh man, ane turunin di depan aja ya, ane ada janji rapat BEM sepuluh menit lagi, ane gak biasa telat nih,” sambil menurunkan teman saya di jalan yang relatif cukup jauh dari tempat dia seharusnya nunggu angkot.

“oh gitu ya Big, bukannya ente sering telat ya ?”, jawab teman saya dengan datar lalu pergi meninggalkan saya.

MAKJLEEB ! Yap, menohok sekali kata-kata dari temen saya ini. Alhamdulillah ketika mendengar itu saya sama sekali tidak tersinggung. Sepulang dari sana saya jadi intropeksi diri. Benar ! Saya baru sadar ternyata saya suka telat ! Setiap syuro BPH FUKI saya lebih sering terlambat 5-15 menit daripada datang lebih awal. Ya, walaupun itu masih bisa ditoleransi tapi tetep namanya telat kan ? Sedangkan teman saya yang satu ini selalu datang minimal sekitar 15 menit sebelum waktu syuro, padahal rumah beliau lebih jauh dibandingkan dengan saya yang tinggal di kosan. Astaghfirullah..

Ini baru teman, kalo orang Jakarta sering menyebutnya ‘sohib’. Jadi inget kata-kata mbak Heggy, para malaikat-malaikat itu..Dia tidak selalu baik, manis, cantik, ataupun ganteng..Mereka itu orang –sekali lagi orang- yang siap untuk ‘nampar2in’ kamu untuk tetap teguh di jalan kebaikan..

Dan berkali-kali saya bersyukur kepada Allah karena telah dikaruniai sohib-sohib yang manteb bener !

Fajar, dimana kemarin kami mendeklarasikan hari muroja’ah kami, setiap Senin dan Kamis malam, konsisten ye jar, okeh ?  :-)

Jay, yang selalu ‘menampar-nampar’ saya dengan prestasinya yang melejit setelah masuk PPSDMS, baru 3 bulan masuk, uda jadi National Leader of the Month ! Lanjutkan Jay ‘nampar’-nya ! :-D

Topan, Puspa, Mbak Asri, teman-teman saya di UI yang luarbiasa. Gak ketinggalan juga yang di Surabaya, Dalu, Rio, Deady, and many more, yeah..all of you are great bro ! :-)

Sedihnya, sekarang saya lihat banyak orang yang suka memilih sohib yang asik aja, asal nyambung diajak ngobrol, bisa bikin kita ngakak, uda deh lolos seleksi. Kadang bahkan suka membuat kita lalai sama Allah..Bahkan saya pun masih seperti itu, atau malah saya yang suka membuat temen-temen saya lalai. Ini bukan tanpa bukti, sebagian besar komentar di blog ini membicarakan tentang bagaimana saya bercerita, ngetawa-ngetawain saya, yeah..somekind like that. Benarkah itu teman-teman ? Jadi terpikir untuk menghapus blog ini bila memang cuma bisa mengundang tawa saja, daripada makin banyak dosa bikin orang lalai.. :-(

Yak, saya tidak mau postingan ini berakhir dangdut. Mari sama-sama mencari sohib yang baik. Cowok atau cewek gak masalah, asal temen-temen sudah khatam baca artikel ini, manteb banget menurut saya. Kalaupun kita sudah terlanjur sayang sama teman-teman terdekat kita, jadikan diri kita bermanfaat buat mereka tapi tetep jaga diri. Jadi inget kata seorang ustadz, “..melebur tapi tidak lebur didalamnya..”.

..dan marilah kita ucapkan dengan serentak,

“Wahai sohib-sohib ku, mari kita bareng-bareng masuk surga !” :-D

Komentar (17)

Ungkapkan !

Beberapa hari yang lalu, lagi-lagi kebiasaan blog walking membawa saya kemana-mana. Ketemu banyak orang atau mungkin lebih tepatnya blog orang dari mana-mana. Nah, waktu itu nemu kisah manteb, kisah suami istri yang cemburu. Sengaja gak saya kopas karena bakal panjang kali lebar banget.

Sudah baca ?!? Gak baca juga gak papa kok. Biarpun genre-nya cukup dangdut, tetapi ada satu hadist yang ingin saya tunjukin sama temen-temen.

“Anas r.a. berkata: Ada seseorang duduk di sisi Nabi SAW, tiba tiba lewatlah seorang laki – laki, dan berkatalah orang yang duduk di sisi Nabi SAW tersebut: “Wahai Rasulullah, sungguh saya sangat menyayangi orang itu.” Nabi SAW bertanya, “Apakah sudah kauberitahu padanya, bahwa kau cinta kasih kepadanya?” Jawabnya: “Belum.”. Lantas bersabda Nabi SAW: “Beritahulah ia!”. Maka dikejarnya orang itu dan berkatalah ia kepadanya, “Sungguh, demi Allah, Aku sayang cinta kepadamu!”. Maka orang itu menjawab, “Semoga Allah menyayangi dan mencintaimu, sebagaimana kau mencintaiku karena Dia.” (HR. Abu Dawud).

Yak, ternyata bila kita suka sama sesuatu itu harus diungkapkan lho ! Nah lho ! :-)

Kalau kita kaitkan dengan aktivitas blog walking kita, atau pas lagi nyari sumber tentang sesuatu di internet, sering kali kita maen ‘sedot’, terus langsung maen close aja. Suka baca blog orang, abis dapet ilmu langsung ngacir aja. Gak bener nih kata Rasulullah. Sampaikanlah perasaan kesenangan kita karena sesungguhnya itu akan membawa kesenangan juga pada yang diungkapkan. Gak percaya ? Bagi yang uda punya blog pasti pada ngerasain gimana rasanya kalau tulisannya ada yang komen. Yap, biarpun liat-liat orangnya juga. :-) Tapi saya yakin semua sepakat kalau kita pasti merasa senang saat ada yang ngasih komentar atas apa yang telah kita buat. Terlepas itu baik atau buruk, itu lah yang akan terjadi karena pada hakikatnya setiap manusia itu suka dikomentarin, suka diperhatikan. Ini kaitannya sangat luas sekali karena dapat diimplementasikan dalam konteks kehidupan manapun. Bisa dengan memberi ucapan selamat, memberikan hadiah, atau bahkan sekedar senyuman manis yang kita sodorkan dengan ikhlas pasti akan menyenangkan. Hayo..siapa yang masih suka ngacir model-model diatas ? Ya, itu saya. :-)

Mau disukai dan dicintai banyak orang ? Maka..jadilah seperti saya. :-D

Yap, mulai sekarang saya akan belajar mengungkapkan perasaan ini…(ceila, dangdut bener yak?!) :-)

Kebetulan, beberapa waktu lalu temen saya, Asop, mengajarkan hal ini pada saya dengan memberikan penghargaan-penghargaan ini.

friendlyblogger1-thumbtrafficawardilove2-thumb

vespabloggeraward1-thumbyourblogisfabulous

Nah, sekarang giliran saya mengungkapkan pada orang-orang spesial dengan blog yang spesial pula tentunya.

  1. Jay
  2. Fajar
  3. Ade
  4. Asri Nuraini
  5. Fitri
  6. Eka
  7. Puspa Widya
  8. Topan

Sebenarnya saya ingin kasih semuanya tapi karena aturannya cuma boleh delapan jadi apa boleh buat. Tapi tenang saja buat yang belum dapat akan mendapatkan ungkapan berikutnya dari saya yang lebih heboh lagi. Nantikan saja.. :-)

Komentar (30)

Tulisan yang Lebih Tua »